Hidayatullah.com– Amerika Serikat kembali mengempur target ISIS di Suriah dengan dalih menuntut balas kematian dua serdadunya dan seorang warga sipil AS yang bekerja sebagai penerjemah untuk tentaranya bulan lalu.
“Pesan kami tegas: jika kalian melukai prajurit kami, kami akan menemukan kalian dan membunuh kalian di mana pun di dunia ini, tidak peduli seberapa keras kalian mencoba menghindari keadilan,” kata US Central Command (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Associated Press.
Serangan berskala besar itu dilakukan pada hari Sabtu (10/1/2026) pukul 12:30 waktu setempat bersama dengan pasukan negara-negara mitranya, menurut CENTCOM tanpa menyebutkan negara mana saja yang ambil bagian. Serangan mengembur sejumlah target ISIS di berbagai daerah di Suriah.
Serangan hari Sabtu itu merupakan bagian dari operasi yang disebut Operation Hawkeye Strike yang diperintahkan Presiden Donald Trump menyusul kematian Sersan Edgar Brian Torres-Tovar, Sersan William Nathaniel Howard, dan Ayad Mansoor Sakat, yang tewas dibunuh oleh seorang kaki tangan ISIS di Palmyra bulan lalu. Sehari sebelum di Palmyra itu, pejabat Suriah mengatakan bahwa pasukan keamanannya telah menangkap seorang pemimpin operasi ISIS di kawasan Syam (Suriah dan sekitarnya).*




