Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dari Amerika Reza Pahlavi Serukan Rakyat Iran untuk Menguasai Pusat-Pusat Kota

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Januari 2026 13:22 1:22 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Januari 2026 13:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Reza Pahlavi, putra dari shah terakhir Iran yang mengasingkan diri di Amerika Serikat, mengapresiasi unjuk rasa besar-besaran hari Jumat (9/1/2026) dan menyerukan supaya rakyat Iran kembali ke jalan pada hari Sabtu dan Ahad untuk melakukan unjuk rasa besar guna mengambil alih pusat-pusat kota.

“Tujuan kita bukan lagi sekedar turun ke kjalan. Tujuan kita sekarang bersiap untuk menduduki dan menguasai pusat-pusat kota,” kata Pahlavi dalam pesannya berupa rekaman video yang diunggah ke media sosial seperti dilansir AFP Sabtu (10/1/2026).

Pahlavi merupakan putra dari Mohammad Reza Pahlavi, shah Iran terakhir yang digulingkan lewat Revolusi 1979 dan wafat pada tahun 1980.

Dalam pesan tersebut dia juga mengatakan “sedang bersiap-siap untuk pulang kembali ke tanah ait” dan masanya, sebagaimana yang dia yakini, sudah “sangat dekat”.

Pihak berwenang Iran mengatakan sejumlah personel keamanan sudah terbunuh, dan pemimpin spiritual tertinggi Syiah – pemegang kekuasaan sesungguhnya rezim Teheran sejak Revolusi 1979 – Khamenei dalam pidatonya hari Jumat mengutuk para demonstran yang disebutnya “vandal” dan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan gentar dengan demonstransi anti-rezim.

Baca Juga

Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Dia menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang memanas-manasi rakyat untuk berunjuk rasa dan melakukan kerusuhan. Komentar senada sebelumnya juga diutarakan sejumlah pejabat Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, hari Jumat, kembali menegaskan bahwa Washington tidak ragu-ragu untuk mengerahkan kekuatan militer guna melawan rezim Iran saat ini.

“Iran dalam masalah besar. Saya lihat rakyat sudah mengambil alih beberapa kota yang beberapa pekan lalu tampaknya masih mustahil ,” kata Trump.

Ketika ditanya apa pesan Trump untuk pemimpin Iran, Presiden AS itu berkata, “Sebaiknya kalian jangan menembaki (demonstran) karena kami bisa melakukan penembakan juga.”

Para aktivis peduli hak asasi manusia mengungkapkan kekhawatiran mereka bahwa pemadaman internet akan menutupi tindakan represif yang dilakukan rezim.

Kelompok Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia mengatakan sedikitnya 51 orang warga sudah tewas dalam tindakan keras aparat terhadap para pengunjuk rasa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Kembali Serang ISIS di Suriah
Tulisan selanjutnya Israel ‘Siaga’ usai Trump Ancam Lancarkan Operasi Militer ke Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

21 Juli 2026 18:02
Berita

Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

21 Juli 2026 14:37
Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

21 Juli 2026 10:00
Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

21 Juli 2026 08:51
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?