Hidayatullah.com– Jerman berencana ambil bagian dalam rencana sekelompok negara Ini Eropa yang akan menjadikan negara ketiga sebagai tempat deportasi dan pemulangan para migran yang tidak dikehendaki.
Setelah melakukan beberapa pembicaraan di sela-sela pertemuan para menteri dalam negeri Uni Eropa di Siprus, Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt mengatakan kelompok tersebut bermaksud membuat peta jalan dan merumuskan langkah nyata yang perlu diambil dalam beberapa pekan mendatang.
Dia mengatakan bahwa pada tahun ini diharapkan kesepakatan dengan negara ketiga itu akan tercapai.
Menurut Dobrindt, Jerman, Austria, Denmark, Belanda, dan Yunani ambil bagian dalam inisiatif tersebut, yang di masa mendatang bisa diperluas guna mengikutsertakan negara-negara lain.
Dia mengatakan bahwa Komisi Eropa terlibat secara aktif, sementara tanggung jawab politik tetap berada di tangan negara-negara anggota yang ikut serta.
Sementara itu, menurut sebuah laporan jumlah deportasi dari Jerman meningkat signifikan tahun lalu.Harian Wely, mengutip laporan dari Kementerian Dalam Negeri Jerman, melaporkan bahwa sekitar 23.000 orang telah dideportasi pada tahun 2025, naik sebanyak 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Dibandingkan tahun 2023, angkanya mengalami kenaikan 45%.
“Perubahan kebijakan keimigrasian sedang dilakukan,” kata Dobrindt kepada koran tersebut seperti dilansir DW Kamis (22/1/2026). “Lebih banyak pemulangan, lebih sedikit faktor penarik, kontrol efektif; kami sedang menertibkan kebijakan keimigrasian,” imbuhnya.*




