Hidayatullah.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan program rekonstruksi besar-besaran akan dimulai di Suriah, dengan fokus pada daerah pemukiman yang hancur akibat konflik rezim Bashar al-Assad.
“Proses rekonstruksi dan rehabilitasi yang komprehensif akan dimulai di Suriah, terutama di daerah pemukiman yang telah dihancurkan oleh bom di bawah rezim sebelumnya,” kata Erdogan lansir TRT World pada Selasa (27/01/2026).
Erdogan mengatakan bahwa sebagian besar kota dan permukiman di Suriah telah hancur lebur akibat pemboman oleh rezim Bashar al-Assad dan sekarang akan diprioritaskan untuk pembangunan kembali.
Ia menambahkan bahwa peningkatan keamanan dan stabilitas di Suriah akan berdampak positif di seluruh kawasan, dimulai dari negara-negara tetangga.
“Saat Suriah mencapai stabilitas dan keamanan, semua negara tetangga, terutama Turki, akan langsung merasakan dampak positifnya,” kata presiden Turki tersebut.
Erdogan juga menyambut baik dekrit baru-baru ini oleh pemerintahan baru Suriah yang menjamin hak-hak dasar bagi warga Kurdi, yang banyak di antaranya ditolak kewarganegaraannya di bawah pemerintahan Assad.
“Turki menyambut baik dekrit terbaru yang menjamin hak-hak dasar bagi saudara-saudari Kurdi kita di Suriah, yang sebelumnya dicabut kewarganegaraannya di bawah rezim Assad,” katanya.
Serukan persatuan
Presiden Turki mendesak persatuan dan memperingatkan terhadap upaya untuk mengobarkan perpecahan etnis, menyerukan kepada komunitas Kurdi untuk tidak terpengaruh oleh agenda eksternal.
“Saya menyerukan kepada saudara-saudari Kurdi saya, sesama warga negara saya, untuk tidak terperangkap dalam skema yang bertujuan untuk merusak persaudaraan abadi kita dan menabur perselisihan di antara kita,” kata Erdogan.
Ia menambahkan bahwa Turki menanggapi permintaan bantuan kemanusiaan dari komunitas Kurdi yang tinggal di luar perbatasannya, dalam koordinasi erat dengan pemerintah baru Suriah.*




