Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hidayatullah Nilai Keterlibatan RI di Board of Peace Lemahkan Pembelaan Palestina

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Januari 2026 08:02 8:02 am
Ahmad
Dipublikasikan 31 Januari 2026 07:49
Bagikan
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, Lc.,
Bagikan

Hidayatullah.com— Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, Lc., mengingatkan bahwa keterlibatan Indonesia dalam forum internasional Board of Peace berisiko melemahkan komitmen diplomasi Indonesia terhadap perjuangan Palestina.

Forum Board of Peace diketahui merupakan inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan dipimpin langsung olehnya, dengan tujuan mendorong perdamaian global. Namun, menurut Naspi, keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut perlu ditinjau secara kritis.

“Keterlibatan ini berpotensi mengirimkan sinyal yang tidak menguntungkan, terutama dalam konteks keberpihakan Indonesia terhadap Palestina,” ujar Naspi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/1/2025).

Ia menilai, partisipasi Indonesia justru dapat menimbulkan persepsi melemahnya daya tawar diplomatik nasional. Indonesia, kata dia, berisiko dipandang mengikuti agenda politik global yang dirancang Washington, alih-alih tampil sebagai aktor independen dengan posisi moral yang tegas.

“Alih-alih menjadi penentu arah perdamaian, Indonesia bisa dipersepsikan sebagai pengikut agenda politik Amerika Serikat,” katanya.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Naspi juga mengkritisi konstruksi politik Board of Peace yang dinilai tidak dibangun di atas prinsip keadilan. Menurutnya, kerangka forum tersebut cenderung mengakomodasi kepentingan kekuatan besar yang memiliki relasi erat dengan Israel.

Ia berpandangan, inisiatif tersebut justru berpotensi melanggengkan penjajahan Israel atas Palestina dalam bentuk yang lebih halus dan terlembagakan. Forum perdamaian itu dinilai mengaburkan realitas konflik yang ditandai oleh pendudukan militer, ekspansi permukiman ilegal, perampasan wilayah, serta pelanggaran hak asasi manusia.

“Forum ini mengaburkan fakta bahwa konflik Palestina-Israel adalah persoalan penjajahan yang nyata dan terdokumentasi,” ujarnya.

Salah satu aspek paling problematik, lanjut Naspi, adalah penempatan Israel sebagai anggota setara dalam forum tersebut. Padahal, berdasarkan berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, Israel diposisikan sebagai kekuatan pendudukan di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan wilayah Palestina lainnya.

Ia juga menyoroti rekam jejak kebijakan Donald Trump yang dinilai tidak berpihak pada hak-hak dasar rakyat Palestina, termasuk pengakuan sepihak Yerusalem sebagai ibu kota Israel serta pemangkasan bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Palestina dan UNRWA.

“Fakta-fakta ini memperkuat keraguan terhadap netralitas dan itikad baik inisiatif perdamaian yang digagas Trump,” katanya.

Selain itu, Naspi mengkritik komposisi aktor dalam Board of Peace yang dinilai banyak diisi pihak-pihak dengan afiliasi atau dukungan politik terhadap Israel, sehingga menimbulkan pertanyaan serius mengenai objektivitas forum tersebut.

Naspi menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia berlandaskan prinsip bebas dan aktif, yang menuntut sikap independen dari kepentingan blok kekuatan mana pun. Prinsip tersebut, menurutnya, mengharuskan Indonesia berperan sebagai problem solver, bukan bagian dari persoalan global.

“Keterlibatan dalam forum yang mengabaikan resolusi PBB dan hukum internasional berpotensi menyimpang dari prinsip dasar politik luar negeri Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, diplomasi Indonesia seharusnya aktif secara substantif dengan menawarkan solusi adil dan berpihak pada korban penjajahan, bukan sekadar partisipasi simbolik dalam forum internasional yang problematik secara moral dan politik.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Board of PeaceHeadlineHidayatullahindonesiapalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BMH Jalani Audit Keuangan Eksternal 2025
Tulisan selanjutnya Survei UnHerd–Focaldata: Mayoritas Pemilih Muda Inggris Nyatakan Israel “Tidak Seharusnya Ada”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?