Hidayatullah.com– Pihak berwenang Iran menangkap 139 orang asing di berbagai daerah bagian tengah negara itu selama aksi protes anti-pemerintah beberapa waktu belakangan ini, lapor media lokal hari Selasa (3/2/2026).
Mengutip Kepala Kepolisian Kota Yazd, kantor berita Tasnim mengatakan bahwa mereka yang ditangkap terlibat dalam “mengatur, memicu dan mengarahkan kerusuhan, dan pada sebagian kasus menjalin kontak dengan jaringan di luar negeri.”
Kewarganegaraan para tahanan itu tidak disebutkan.
“Sepanjang peninjauan kasus-kasus terkait kerusuhan baru-baru ini, diketahui bahwa 139 dari mereka yang ditangkap dalam kerusuhan tersebut adalah warga negara asing,” kata kepala polisi Ahmad Negahban seperti dilansir AFP.
Protes terhadap kenaikan biaya hidup meletup di Iran pada 28 Desember, yang dengan cepat kemudian meluas menjadi demonstrasi anti-pemerintah di seluruh penjuru negeri itu.
Pemerintah Teheran mengakui bahwa lebih dari 3.000 orang tewas selama aksi protes berlangsung, tetapi bersikeras mengatakan bahwa mereka kebanyakan adalah anggota pasukan keamanan dan warga yang menonton demonstrasi, memyebut kerusuhan yang terjadi selama unjuk rasa sebagai “aksi teroris”.
Human Rights Activists News Agency, sebuah organisasi non-pemerintah yang berbasis di Amerika Serikat, mengatakan pihaknya sudah mengkonfirmasi 6.854 kematian, kebanyakan adalah pengunjuk rasa yang dibunuh oleh aparat keamanan, seraya memperingatkan bahwa kemungkinan jumlahnya sebenarnya lebih dari itu.
Teheran menuding Israel dan Amerika Serikat sebagai pihak asing yang berperan mengubah demonstrasi yang awalnya berlangsung damai menjadi aksi protes diwarnai kerusuhan.*




