Hidayatullah.com – Pemandian Al-Samra merupakan sebuah pemandian sauna kuno yang terletak di jantung Kota Tua Gaza. Pemandian ini yang dibangun 900 tahun lalu ini dianggap sebagai bukti sejarah pemandian yang kaya, yang telah berkembang di bawah berbagai peradaban, termasuk periode Utsmaniyyah, dan berlanjut hingga zaman modern.
Dalam peradaban Islam, pemandian sauna menjadi tujuan populer masyarakat. Tidak hanya dikunjungi untuk menjaga kebersihan diri, namun juga karena ketenangan dan budayanya.
Pemandian sauna menjadi tujuan calon pengantin sebelum mereka melangsungkan pernikahan.
Tempat ini juga menawarkan pijat dan berendam di air panas dengan suhu yang bervariasi, semuanya dalam suasana tradisional, dengan dinding yang terbuat dari marmer dan batu kuno.
Salim Al-Wazir, yang telah bekerja dan memiliki pemandian ini selama 55 tahun, mewarisinya dari leluhurnya, mengatakan bahwa tempat ini sangat berakar dalam sejarah Palestina dan tetap hadir dalam adat istiadat dan kunjungan masyarakat.

Namun, penjajah Israel berupaya menghancurkan semua situs bersejarah di tanah ini untuk mengusir warga Palestina, dan telah membomnya selama perang di Gaza saat ini.
Saat ini, dengan dukungan dari Masyarakat Warisan Palestina di Betlehem, yang telah bekerja untuk memelihara, memulihkan, dan membangun kembali pemandian tersebut, batu-batu tua sedang dipilah dan diatur untuk digunakan kembali, dan langit-langit tanah liat sedang diambil kembali.
Gerabah akan digunakan untuk membuat pemandian dengan bentuk yang sama seperti model lama, sehingga menyerupai bentuk sebelumnya.
Meskipun ada kesulitan dalam memperoleh bahan baku, dengan upaya warga Palestina dan para ahli di bidang konstruksi dan barang antik, upaya akan dilakukan untuk membangunnya.*




