Hidayatullah.com – Pasukan penjajahan Israel menculik lebih dari 100 warga Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki sejak dimulainya Ramadhan pada pekan lalu.
Menurut Masyarakat Tahanan Palestina, pasukan penjajah meningkatkan operasi penculikannya sejak dimulainya bulan suci umat Islam itu. Zionis menculik perempuan, anak-anak, dan mantan tahanan sembari memberi perlindungan kepada para pemukim Yahudi.
Kelompok tersebut melaporkan bahwa penculikan merata terjadi di sebagian besar provinsi Tepi Barat, termasuk Yerusalem yang diduduki. Selama serangan, pasukan Israel melakukan penganiayaan dan teror terorganisir terhadap para tahanan dan keluarga mereka.
Operasi tersebut juga melibatkan penghancuran rumah secara luas, bersamaan dengan penyitaan kendaraan, uang tunai, dan perhiasan emas milik warga Palestina asli.
Pada Ahad pagi, pasukan Israel menculik delapan warga Palestina, termasuk tiga anak, selama serangan di kota Qalqilya dan kota Azzun di dekatnya.
Pasukan Israel telah memperketat langkah-langkah di pos pemeriksaan militer sejak awal Ramadhan. Lebih dari 1.000 pos pemeriksaan dan gerbang permanen kini membatasi pergerakan masyarakat Palestina di seluruh Tepi Barat.
Tak hanya serdadunya, para pemukim Israel juga meningkatkan upaya mereka memprovokasi rakyat Palestina. Pada Ahad mereka menyerbu kompleks Masjidil Aqsha di bawah perlindungan polisi Israel.
Ribuan warga Palestina dipenjara Israel
Saat ini, lebih dari 9.300 sandera Palestina ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk 350 anak-anak dan 66 perempuan. Para sandera dan tahanan menghadapi penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, kondisi yang telah menyebabkan kematian puluhan dari mereka.
Sejak melancarkan genosida di Gaza pada 8 Oktober 2023, Israel telah secara tajam meningkatkan serangan militer dan kekerasan pemukim di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem. Eskalasi ini mencakup pembunuhan, penculikan massal, penghancuran rumah, pengusiran paksa, dan perluasan pemukiman.
Tindakan Israel di Tepi Barat telah membunuh lebih dari 1.117 warga Palestina, melukai sekitar 11.500 lainnya, dan menyebabkan penculikan sekitar 22.000 orang di seluruh wilayah tersebut, termasuk Yerusalem yang diduduki.*




