Hidayatullah.com– Sebuah keluarga ternama di Malaysia diduga terlibat bersama sejumlah perusahaan kehumasan dan organisasi media asing dalam upaya penggulingan pemerintahan PM Anwar Ibrahim dan sabotase kestabilan nasional.
Sejumlah laporan terkait masalah itu diajukan ke pihak kepolisian di Kuala Lumpur hari Kamis (26/2/2026) pukul 10:29 siang, lansir kantor berita Bernama.
Menurut laporan yang masuk, telah terjadi diskusi oleh sekelompok orang untuk menggunakan sedikitnya lima media internasional guna memberikan tekanan terhadap PM Datuk Seri Anwar Ibrahim dan Kepala Komisioner Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) Tan Sri Azam Baki.
Tekanan dimaksud berkaitan dengan upaya untuk membatalkan sejumlah dakwaan yang melibatkan penyelidkan SPRM.
Menurut pihak pelapor, sejumlah pelobi di beberapa negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat, dirancang untuk memberikan tekanan terhadap pemerintahan pimpinan PM Anwar Ibrahim. Pengunaan para pelobi itu digambarkan sebagai strategi profesional yang biasa dipergunakan untuk mempengaruhi kebijakan nasional dan mengatur arah isu-isu di tingkat internasional.
Inspektur Jenderal Kepolisian Mohd Khalid Ismail hari Jumat (27/2/2026) mengatakan bahwa aprat kepolisian sedang menyelidiki kasus dugaan upaya penggulingan pemerintahan Malaysia yang melibatkan seorang individu terkemuka dan sejumlah media internasional.
Dia mengatakan laporan tentang hal itu diterima kemarin dan sedang ditangani oleh petugas dari Classified Criminal Investigation Unit, Prosecution/Legal Division (D5) dari Criminal Investigation Department di Bukit Aman, berdasarkan UU Pidana Pasal 124B.
Mohd Khalid mendesak masyarakat untuk tidak membuat spekulasi sampai penyelidikannya selesai.*




