Hidayatullah.com– Korea Selatan akan menerima kedatangan lebih dari 6 juta barel minyak mentah dari Uni Emirat Arab (UEA), kata kantor kepresidenan Cheong Wa Dae hari Jumat (6/3/2026), di tengah kekhawatiran akan lonjakan harga energi disebabkan eskalasi konflik di Timur Tengah, lapor kantor berita Yonhap.
“Atas instruksi Presiden Lee Jae Myung, kami telah melakukan konsultasi perihal kebijakan berkaitan dengan minyak mentah dan hasilnya, kebijakan darurat pengadaan lebih dari 6 juta barel sudah dikonfirmasi,” kata Kang Hoon-sik, kepala staf kepresidenan, mengumumkan rencana pembelian minyak mentah dari UEA itu.
Kang menegaskan bahwa langkah darurat itu perlu diambil guna membantu menstabilkan harga bahan bakar minyak, mengingat lebih dari 70 persen suplai minyak mentah Korea Selatan dikirim melalui Selat Hormuz, yang saat ini efektif ditutup disebabkan konflik di kawasan itu.
Dua kapal tanker Korea Selatan akan dikirim ke pelabuhan UEA yang tidak mengharuskan mereka melintasi Selat Hormuz guna membawa 4 juta barel minyak mentah, papar Kang, seraya menambahkan bahwa UEA berjanji akan memasok 2 juta barel lainnya dari fasilitas penyimpanan bersama yang berada di Korea Selatan.
Keseluruhan jumlah itu setara dengan lebih dari dua kali lipat pasokan minyak yang dipergunakan Korea Selatan dalam sehari, imbuh Kang.
Berbicara tentang pemulangan warga Korea Selatan dari UEA berkaitan dengan konflik yang sedang memanas, Kang menjelaskan bahwa sebuah penerbangan dari Dubai dijadwal tiba di Bandara Internasional Incheon di selatan Seoul pada Jumat pukul 7:30 malam waktu setempat.
“Saat ini, sekitar 18.000 warga Korea Selatan berada di 14 negara Timur Tengah, dan sekitar 4.900 di antaranya merupakan pelancong jangka pendek,” kata Kang. “Di antara para pelancong jangka pendek itu, 3.500 orang saat ini berada di UEA dan Qatar, dan sedang menunggu pemulangan.”
“Kami akan terus berkonsultasi dengan pihak UEA guna memulangkan seluruh warga negara kita sesegera mungkin,” tegasnya.
Penerbangan komersial dari Abu Dhabi diharapkan akan pulih pada hari Sabtu, sementara satu penerbangan sewaan Korean Air juga akan dikerahkan untuk memulangkan warga Korea Selatan, kata Kang, menggarisbawahi bahwa dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan Kepala Otoritas Urusan Eksekutif Abu Dhabi Khaldoon Khalifa Al Mubarak.*




