Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Warga Afghanistan, Kamerun, Myanmar dan Sudan Tidak Dapat Visa Pelajar dari Inggris

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 Maret 2026 13:56 1:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 Maret 2026 13:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah Inggris melakukan” penghentian darurat “ atas visa pelajar bagi warga Afghanistan, Kamerun, Myanmar dan Sudan disebabkan banyaknya permintaan suaka dari orang asing yang tiba di Inggris dengan visa untuk belajar.

Dalam pengumuman yang disampaikan hari Selasa 3 Maret itu, Inggris juga mengatakan menghentikan pemberian visa kerja bagi warga Afghanistan.

Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood mengatakan langkah itu – pertama kali yang pernah diambil pemerintah Inggris – dimaksudkan untuk menutup rute pintu belakang bagi pencari suaka.

“Inggris akan selalu memberikan perlindungan bagi orang yang menyelamatkan diri dari perang dan persekusi, tetapi sistem visa kami tidak boleh disalahgunakan,” kata Mahmood dalam sebuah pernyataan seperti dilansir RFI (4/3/2026).

“Itu kenapa saya mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk menolak visa bagi mereka warga negara yang berusaha mengeksploitasi kemurahan hati kami.”

Baca Juga

Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe
MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram
Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah
Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan

Menurut Home Office, jumlah orang yang meminta suaka setibanya di Inggris dengan visa atau izin lain yang sah sudah meningkat lebih dari tiga kali lipat. Sekitar 39.000 klaim semacam itu diajukan tahun lalu, sehingga total jumlahnya mencapai 133.760 sejak 2021.

Orang-orang dari Afghanistan, Kamerun, Myanmar dan Sudan mencakup jumlah terbanyak dari para pencari suaka yang yang ditanggung oleh uang masyarakat, kata Kementerian, melaporkan bahwa pengajuan suaka oleh pelajar dari keempat negara itu angkanya melonjak.

Data resmi dari tahun 2025 menunjukkan bahwa lima negara asal pemohon suaka di Inggris terbanyak adalah Pakistan, Eritrea, Iran, Afghanistan dan Bangladesh.

Kenaikan permohonan suaka dari Pakistan dan Bangladesh khususnya melonjak lebih dari 80 persen setibanya mereka di Inggris dengan izin bekerja, belajar atau lainnya. Sebaliknya, sebanyak 83 persen warga Afghanistan yang memohon suaka tiba tanpa dokumen yang lengkap.

Statistik pemerintah menunjukkan total 12.578 orang mengajukan suaka tahun lalu setibanya mereka di Inggris dengan visa pelajar. Sementara 13.557 lainnya menggunakan visa kerja.

Berdasarkan ketentuan baru yang diberlakukan pekan ini, pemerintah Inggris menjadikan perlindungan bagi pengungsi bersifat sementara dan harus ditinjau ulang setiap 30 bulan. Mahmood beralasan sistem yang terapkan Inggris sebelumnya jauh lebih dermawan dibandingkan negara-negara Eropa lain.

Pada November 2025, Inggris mengancam akan memblokir semua visa bagi warga Angola, Namibia dan Republik Demokratik Kongo kecuali pemerintah mereka setuju untuk menerima kembali para migran yang ditolak bermukim di Inggris.

Home Office sejak itu menandatangani kesepakatan dengan ketiga negara tersebut untuk memperbolehkan Inggris mendeportasi orang ke wilayah mereka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inggris Tangkap Sejumlah Orang Terkait Iran
Tulisan selanjutnya Finlandia akan Izinkan Senjata Nuklir Disimpan di Wilayahnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ukraina Tidak akan Pernah Bergabung dengan NATO, Kata Mantan Jenderal Ternama

Berita
4 Agustus 2026 18:19
Paus Leo XIV akan Bertemu Penyintas Korban Pencabulan Pendeta di Prancis
Dapat Kartu Pink Pengungsi Myanmar Mulai Diperbolehkan Bekerja di Thailand
Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

Terbaru

  • Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
  • Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe
  • MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram
  • Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah
  • Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan
  • Otoritas Amerika Selidiki Insiden Helikopter Marine One Trump Nyaris Tabrakan dengan Pesawat Sipil
  • Pemerintahan Baru Kolombia Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’
  • Ajak Bersatu Dukung Palestina, Indonesia: ‘Israel’ Selalu Manfaatkan Perpecahan
  • Libanon, Israel Susun Daftar Negara Mana yang Bisa Kirim Pasukan Pantau Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Paus Leo XIV akan Bertemu Penyintas Korban Pencabulan Pendeta di Prancis

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Otoritas Amerika Selidiki Insiden Helikopter Marine One Trump Nyaris Tabrakan dengan Pesawat Sipil

8 Agustus 2026 21:26
Berita

Pemerintahan Baru Kolombia Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’

8 Agustus 2026 16:00
Berita

Ajak Bersatu Dukung Palestina, Indonesia: ‘Israel’ Selalu Manfaatkan Perpecahan

8 Agustus 2026 14:03
Berita

Libanon, Israel Susun Daftar Negara Mana yang Bisa Kirim Pasukan Pantau Perlucutan Senjata Hizbullah

8 Agustus 2026 13:03
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?