Hidayatullah.com– Aparat Inggris telah menangkap empat orang sebagai bagian dari investigasi kontra-terorisme berkaitan dengan Iran, kata Metropolitan Police.
Polisi menangkap satu warga Iran dan tiga orang berkewarganegaraan Inggris-Iran dengan sangkaan membantu dinas intelijen asing, lapor BBC Jumat (6/3/2026).
Investigasi berkaitan dengan dugaan pemantauan atas sejumlah lokasi dan individu yang berkaitan dengan komunitas Yahudi di London, kata Metropolitan Police.
Commander Helen Flanagan, pimpinan Counter Terrorism Policing London, mengatakan bahwa penangkapan tersebut merupakan bagian dari investigasi yang sudah berlangsung lama dan bagian dari upaya aparat untuk mengagalkan aktivitas-aktivitas yang diduga bermasalah.
“Kami memahami bahwa masyarakat kemungkinan khawatir, terutama komunitas Yahudi, dan sebagaimana biasanya, saya meminta mereka untuk tetap waspada dan jika melihat atau mendengar sesuatu yang mengkhawatirkan, mereka dipersilahkan untuk menghubungi kami,” imbuhnya.
Dalam sebuah pernyataan, Menteri Dalm Negeri Shabana Mahmood berusaha meyakinkan publik bahwa Kepolisian Inggris merupakan aparat keamanan yang terkemuka di dunia dan tidak akan segan untuk mengambil tindakan guna menangkal apa pun yang mengancam Inggris.
Pria berusia 40 tahun dan 55 tahun ditangkap di alamat di Barnet, seorang pria berusia 52 tahun ditangkap di alamat di Watford dan seorang pria berusia 2 di Harrow.
Pencarian masih dilakukan di sejumlah alamat di Watford, Barnet, dan di Wembley.
Keempat pria itu ditangkap dengan National Security Act, yang diberlakukan pada tahun 2023 untuk memodernisasi undang-undang kontra-spionase dan memerangi interferensi asing.
Enam pria lainnya berusia 29, 39, 42, 49 tahun, dan dua orang berusia 20 tahun, ditangkap di lokasi yang sama di Harrow karena dicurigai membantu pelaku kejahatan.
Kesepuluh pria tersebut sudah ditahan.
Berbicara di acara Good Morning Britain di kanal televisi swasta ITV tidak lama setelah kabar penangkapan-penangkapan itu muncul, Wakil Perdana Menteri David Lammy berkata, “Iran merupakan negara sponsor terorisme terbesar di dunia dan sayangnya, hal ini juga berdampak terhadap masyakarat kita.”
“Dinas intelijen dan aparat kepolisian kontra-terorisme kita sudah berhasil menggagalkan banyak aksi kurun beberapa tahun terakhir,” imbuhnya, seraya memuji kinerja aparat keamanan dan kepolisian.
Menyusul serangan balasan oleh Iran atas serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir pekan kemarin, Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer mengecam tindakan Iran yang menarget negara-negara sekutu Barat di kawasan Timur Tengah.
“Bahkan di Inggris, rezim Iran merupakan ancaman langsung bagi para dissident dan komunitas Yahusi,” kata Sir Keir Starmer.
“Kurun tahun lalu saja, mereka mendukung lebih dari 20 serangan berpotensi mematikan di wilayah Inggris,” imbuhnya.
Community Security Trust, sebuah organisasi amal yang bertujuan melindungi komunitas Yahudi di Inggris dan memantau laporan-laporan tentang aksi anti-Semitisme, dalam sebuah pernyataan menyampaikan rasa terima kasih kepada kepolisian. “Keamanan kuat di seluruh komunitas Yahudi,” ujarnya, mengapresiasi kerja kepolisian Inggris.*




