Hidayatullah.com – Iran pada Kamis mengumumkan angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran berhasil menyerang kapal induk AS USS Abraham Lincoln dengan drone setelah mendekati wilayah perairannya.
Menurut juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya Iran, kapal tersebut terkena serangan langsung drone Iran ketika bergerak hingga jarak 340 kilometer dari perairan teritorial Iran sebagai bagian dari upaya untuk menegaskan kendali atas Selat Hormuz.
USS Abraham Lincoln dengan cepat mundur dari wilayah Iran setelah serangan itu, imbuh Ebrahim Zolfaghari, seraya menambahkan bahwa kapal induk beserta kapal pengawalnya telah mundur hingga lebih dari 1.000 kilometer dari wilayah tersebut.
Iran perluas serangan pangkalan AS di kawasan
Ebrahim, pada Kamis, juga memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran akan terus memperluas operasi mereka melawan agresi AS-Israel.
Ia menyatakan bahwa pasukan Iran “terus melanjutkan operasi multi-level dengan kekuatan dan tekad yang lebih besar” yang menargetkan posisi Israel dan Amerika.
IRGC: Pasukan AS mundur secara pengecut
Sementara, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Rabu menyebut “perencanaan operasional dan koordinasi di antara angkatan bersenjata Iran dalam menargetkan berbagai front telah mengubah persamaan perang,” menekankan bahwa kemampuan militer Iran melampaui perkiraan Amerika Serikat dan Israel.
IRGC juga menegaskan bahwa “angkatan bersenjata Iran memantau dengan cermat mundurnya pasukan AS secara pengecut dari pangkalan mereka dan perlindungan mereka di hotel-hotel di negara-negara tuan rumah.”
Ditambahkan bahwa “angkatan bersenjata Iran mengamati penggunaan fasilitas sipil oleh militer AS di negara-negara tuan rumah,” memperingatkan bahwa “Garda Revolusi sedang menunggu kedatangan pasukan AS yang menyerang dan tidak akan membiarkan mereka lolos.”
Serangan terhadap kapal tanker minyak AS saat fajar
Kantor humas IRGC juga mengumumkan bahwa sebuah kapal tanker minyak AS menjadi sasaran serangan saat fajar pada hari Kamis di perairan Teluk utara dan mengkonfirmasi bahwa kapal tersebut dibakar.
IRGC menyatakan akan melacak dan menargetkan kapal apa pun yang mencoba melewati Selat Hormuz secara ilegal, dan menambahkan, “Kami telah memperingatkan bahwa kapal militer dan komersial milik AS, Eropa, Israel, dan sekutu mereka tidak akan diizinkan untuk melewatinya.”
IRGC menekankan bahwa navigasi melalui Selat Hormuz berada di bawah kendali Iran, sesuai dengan hukum internasional dan peraturan masa perang.*




