Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Amerika Serikat Tidak Mempersenjatai Oposisi Kurdi Iran, Kata Pejabat Kurdistan Iraq

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Maret 2026 11:49 11:49 am
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Maret 2026 11:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang pejabat senior Kurdistan Iraq mengatakan kepada AFP bahwa Amerika Serikat tidak mempersenjatai kelompok-kelompok oposisi Kurdistan Iran yang mengasingkan diri di wilayah otonomi itu, seraya menegaskan kembali bahwa Kurdistan Iraq menentang keterlibatan keterlibatan kelompok-kelompok itu dalam perang Timur Tengah yang dipicu oleh serangan tiba-tiba oleh AS-Israel atas Iran.

Presiden AS Donald Trump awalnya menunjukkan dukungan langkah ofensif yang dilakukan kelompok-kelompok Kurdi terhadap Iran, sebelum akhirnya menarik mundur dari sikapnya tersebut.

“Kami tidak melihat ada upaya oleh Amerika Serikat, cabang apapun dari Amerika Serikat, untuk mempersenjatai kelompok-kelompok oposisi Iran yang berada di Kurdistan,” kata Wakil Perdana Menteri Kurdistan, Qubad Talabani, dalam wawancara hari Kamis (26/3/2026) dengan AFP.

Menyinggung tentang diskusi-diskusi individual yang dilakukan oleh otoritas lokal dengan AS, Iran, atau kelompok-kelompok setempat, dia menegaskan bahwa “saat ini tidak ada rencana untuk menggunakan kelompok-kelompok tersebut di dalam wilayah Iran.”

Dia mengatakan Kurdistan Iraq sudah menegaskan dengan sangat jelas bahwa mereka tidak ingin terlibat di dalam peperangan tersebut.

Baca Juga

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

“Kami tidak akan membiarkan serangan dilakukan dari sini, dan kami sudah menyatakannya dengan tegas dan jelas kepada semua pihak yang terlibat,” kata Talabani dari kantornya di Sulaimaniyah, kota utama kedua di wilayah otonomi Kurdistan Iraq.

Di masa lalu, Teheran menuding kelompok-kelompok oposisi yang mengasingkan diri di Kurdistan Iraq melancarkan serangan ke dalam wilayah Iran.Mitra dari Washington dan negara-negara Barat, Kurdistan Iraq sejak lama berusaha mempertahankan hubungan baik dengan negara tetangga Iran.

Namun stabilitas itu – berkat kesepakatan keamanan 2023 antara wilayah otonomi itu dengan pemerintah pusat Baghdad dan Iran – terusik dengan serentetan serangan beberapa waktu terakhir yang dilancarkan oleh kelompok-kelompok oposisi Kurdi Iran.

Di awal konflik yang pecah sejak 28 Februari, Talabani mengatakan Teheran sudah meminta Kurdistan Iraq untuk melakukan apapun yang “kami bisa untuk melindungi perbatasan”.

“Kami merasa adalah kewajiban bagi kami untuk melindungi perbatasan itu,” kata Talabani, mengingat adanya hubungan bilateral di antara mereka.Wilayah otonomi Kurdistan Iraq mengalami serangan drone berkali-kali sejak pecah perang Timur Tengah, yang ditujukan ke gedung Konsulat Amerika Serikat di Erbil, ibu kota Kudistan, atau para penasihat militer AS yang ditugaskan mendampingi pasukan koalisi anti-ekstremis internasional.

Talabani mengecam serangan-serangan itu, menyalahkan apa yang disebutnya “milisi-milisi luar” yang beroperasi dari wilayah lain federal Iraq. Dia mengatakan sudah menyampaikan masalah tersebut ke pemerintah pusat Iraq di Baghdad.

“Sebagian dari kelompok-kelompok ini, sayangnya, memiliki anggota yang merupakan pegawai pemerintah federal,” kata Talabani.

Meskipun secara lahiriah merupakan bagian dari koalisi bekas paramiliter yang terintegrasi ke dalam angkatan darat formal, beberapa kelompok pro-Iran ini secara konsisten bertindak secara mandiri.

Baghdad berjanji akan menghentikan serangan-serangan itu, kata Talabani.

Namun kenyataan di lapangan, pemerintah federal Iraq relatif lemah menghadapi milisi-milisi pro-Iran tersebut – yang mengklaim sebagai pelaku dari serangan-serangan terhadap kehadiran militer Amerika Serikat di Iraq dan di tempat lain di kawasan Timur Tengah.

Dampak dari perang saat ini, sekitar 90 persen pendapatan minyak Iraq hilang akibat blokade Selat Hormuz.Talabani mengatakan pemerintahnya tentu saja mendukung pemulihan produksi minyak.

“Namun pada saat yang sama, Kurdistan tidak memiliki pertahanan udara, kami tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan ladang-ladang minyak ini dari serangan yang dilancarkan oleh berbagai kelompok milisi berbeda,” katanya.

“Kami juga harus realistis bahwa, semoga saja tidak terjadi, jika salah satu ladang minyak ini diserang saat sedang beroperasi, dampaknya akan menimbulkan malapetaka.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kantor Perusahaan Pertahanan Israel Elbit Systems di Bern Swiss Dirusak
Tulisan selanjutnya Presiden Suriah akan ke Berlin Temui Kanselir Friedrich Merz

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?