Hidayatullah.com – Serangan berulang Iran terhadap kompleks petrokimia utama di Israel selatan telah memicu kekhawatiran akan kemungkinan kebocoran bahan kimia di tengah berkecamuknya perang antara Teheran dan Tel Aviv.
Tiga serangan Iran menargetkan Zona Industri Ramat Hovav di Israel selatan hanya dalam satu minggu.
Menurut surat kabar Israel Hayom, sebuah rudal Iran menghantam pabrik Adama Makhachem di zona tersebut pada 29 Maret, menyebabkan kebakaran dan meningkatkan tingkat kewaspadaan karena kekhawatiran akan kebocoran bahan kimia berbahaya.
Serangan kedua menghantam area yang sama pada 2 April, merusak lokasi yang sama dan menyebabkan kebakaran lainnya. Rudal ketiga jatuh di dekat fasilitas tersebut pada Ahad, tetapi tidak ada laporan kerusakan.
Surat kabar tersebut mengatakan bahwa serangan berulang Iran “bukan kebetulan,” mencatat bahwa zona Ramat Hovav dianggap sebagai salah satu konsentrasi industri kimia dan petrokimia terbesar di Israel dan “target yang memiliki kepentingan strategis.”
“Serangan rudal apa pun di lokasi ini, bahkan jika tidak mengakibatkan konsekuensi bencana, menimbulkan potensi ancaman lingkungan, di samping dampak psikologis dan tekanan publik,” tambahnya.
“Sensitivitas area tersebut tidak terbatas pada aspek industri, tetapi juga mencakup aspek geografis.”
Surat kabar tersebut mengatakan kedekatan kompleks tersebut dengan kota Beersheba dan komunitas di sekitarnya juga menimbulkan kekhawatiran bahwa kebocoran zat kimia berbahaya dapat memengaruhi sejumlah besar orang di Israel selatan.
Dikatakan bahwa serangan Iran tersebut merupakan pembalasan atas serangan Israel terhadap fasilitas petrokimia di Iran.
Amerika Serikat dan Israel mengobarkan perang di Timur Tengah dengan melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari. Hingga saat ini 1.340 orang telah tewas akibat serangan Zionis dan sekutunya itu, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Iran lantas membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta aset-aset AS di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk. Iran juga telah membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz.*




