Hidayatullah.com – Masjidil Aqsha dan Gereja Makam Suci di Yerusalem atau Baitul Maqdis akan kembali dibuka mulai Kamis pagi. Hal ini setelah 6 pekan penutupan oleh penjajah Israel sejak 28 Februari.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Rabu, polisi Israel mengatakan mereka “sedang bersiap untuk membuka kembali tempat-tempat suci tersebut bagi para jamaah dan pengunjung mulai Kamis pagi, 9 April,” mengikuti pedoman Komando Pertahanan Dalam Negeri yang diperbarui.
Polisi mengatakan ratusan petugas dan penjaga perbatasan akan dikerahkan di Kota Tua Yerusalem dan di jalan-jalan menuju tempat-tempat tersebut, dengan mengatakan langkah tersebut dimaksudkan untuk mengamankan pengunjung.
Departemen Wakaf Islam mengatakan Masjidil Aqsha akan dibuka kembali untuk shalat subuh, menambahkan bahwa masuk akan diizinkan untuk semua orang, tanpa memberikan detail lebih lanjut.
Penjajah Israel telah menutup kedua tempat tersebut sejak 28 Februari, dengan alasan pencegahan kerumunan sebagai tindakan pencegahan selama perang yang melibatkan Israel, AS, dan Iran.
Bahkan pelaksanaan shalat Idul Fitri di Masjidil Aqsha tahun ini juga ditiadakan, menjadi yang pertama kali sejak pendudukan Zionis atas Yerusalem pada tahun 1967.
Pada awal April, Menteri Keamanan Nasional Israel yang juga ekstremis Yahudi, Itamar Ben-Gvir, menyerbu Masjidil Aqsha, memicu kecaman dari negara-negara Arab dan Muslim.*




