Hidayatullah.com- Seorang pejabat senior keamanan Iraq mengatakan kepada AFP bahwa sebuah drone jatuh di dekat sekelompok diplomat Amerika Serikat yang sedang berada di dalam area bandara Baghdad awal pekan ini, ketika mereka mendampingi seorang jurnalis Amerika yang dibebaskan dari penculikan belum lama ini.
Keterangan itu memberikan penjelasan terhadap sebuah pernyataan yang dirilis hari Kamis (9/4/2026) oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang mengatakan bahwa pihaknya memanggil Dubes Iraq ke Washington guna mengungkapkan “kecaman keras” atas serangan yang dilancarkan oleh kelompok-kelompok pro-Iran atas kepentingan-kepentingan AS di Iraq, “termasuk serangan tiba-tiba 8 April terhadap para diplomat AS di Baghdad.
“Sejak pecah perang Timur Tengah yang dipicu oleh serangan 28 Februari oleh AS dan sekutunya Zionis Israel atas Iran, Kedutaan AS di baghdad dan sebuah pusat logistik dan diplomatik di dalam area bandara kota itu kerap mendapatkan serangan roket dan drone – yang kebanyakan berhasil dicegat.
Kelompok-kelompok bersenjata pro-Iran di Iraq mengklaim melancarkan serangan harian terhadap “basis-basis musuh” di negara itu dan di negara tetangga, tetapi pada hari Rabu mereka mengumumkan penangguhan aksinya setelah diumumkan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran.
Akan tetapi beberapa jam kemudian, Kedutaan AS melaporkan adanya serangan drone di dekat fasilitas mereka di bandara tersebut.
Menurut keterangan pejabat Iraq itu, “pusat dukungan dipplomatik itu menjadi target serangan tiga drone pada hari Rabu.”
“Salah satunya jatuh setidaknya 50 meteri dari sekelompok diplomat yang mendampingi jurnalis Amerka Shelly Kittleson,” imbuhnya.
Kittleson diebaskan oleh kelompok pro-Iran Kataib Hizbullah pada hari Selasam satu pekan setelah diculik di Baghdad.
Serangan drone itu menunda kepergian Kittleson dari Iraq, mesipun beberapa jam kemudian dia bisa terbang meninggalkan Baghdad, kata sumber tersebut.*




