Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Perang 50 Hari AS-Israel dan Iran Sebabkan Dunia Kehilangan 50 Miliar Dolar

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 20 April 2026 14:40 2:40 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 20 April 2026 15:00
Bagikan
Ganti Rugi Kebakaran Kilang
Salah satu ladang minyak di Arbil, Kurdistan-Iraq.
Bagikan

Hidayatullah.com – Dalam 50 hari sejak meletusnya konflik antara AS, Israel, dan Iran, dunia diperkirakan telah kehilangan minyak mentah senilai lebih dari 50 miliar dolar AS.

Daftar isi
  • Kerugian lain yang diderita dunia
  • Memakan waktu bertahun-tahun untuk pulih
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Tak hanya itu dampak lanjutan dari krisis ini akan dirasakan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun mendatang, menurut para analis dan perhitungan Reuters.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan pada hari Jumat bahwa Selat Hormuz telah dibuka menyusul kesepakatan gencatan senjata yang disepakati di Lebanon, sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan ia yakin kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran akan segera tercapai, meskipun waktunya masih belum jelas.

Namun, selama akhir pekan, Iran kembali menegaskan janjinya untuk membatasi kapal yang melewati Selat Hormuz selama blokade AS terhadap pelabuhan Iran masih berlaku, sementara para mediator berupaya memperpanjang gencatan senjata yang akan berakhir pada hari Rabu.

Sejak krisis dimulai pada akhir Februari, lebih dari 500 juta barel minyak mentah dan kondensat telah hilang dari pasar global, menurut data Kpler, yang dianggap sebagai gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah modern.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

Atau dengan kata lain, 500 juta barel minyak yang hilang dari pasar setara dengan:

  1. Mengurangi permintaan penerbangan secara global selama 10 minggu; tidak ada perjalanan darat oleh kendaraan apa pun secara global selama 11 hari; atau tidak ada minyak untuk ekonomi global selama lima hari, kata Iain Mowat, analis utama di Wood Mackenzie.
  2. Hampir satu bulan kebutuhan minyak di Amerika Serikat, atau lebih dari satu bulan kebutuhan minyak untuk seluruh Eropa, menurut perkiraan Reuters.
  3. Kurang lebih enam tahun konsumsi bahan bakar untuk militer AS, berdasarkan penggunaan tahunan sekitar 80 juta barel dari tahun fiskal 2021.
  4. Cukup bahan bakar untuk menjalankan industri pelayaran internasional dunia selama sekitar empat bulan.

Kerugian lain yang diderita dunia

  • Negara-negara Teluk Arab kehilangan sekitar 8 juta barel per hari (bpd) produksi minyak mentah pada bulan Maret, hampir setara dengan gabungan produksi Exxon Mobil dan Chevron, dua perusahaan minyak terbesar di dunia.
  • Ekspor bahan bakar jet dari Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Bahrain, dan Oman turun dari sekitar 19,6 juta barel pada bulan Februari menjadi hanya 4,1 juta barel untuk bulan Maret dan April sejauh ini, menurut data Kpler. Kerugian ekspor tersebut cukup untuk membiayai sekitar 20.000 penerbangan pulang pergi antara Bandara JFK New York dan Heathrow London, menurut perkiraan Reuters.
  • Dengan harga minyak mentah rata-rata sekitar $100 per barel sejak konflik dimulai, volume yang hilang tersebut mewakili kerugian pendapatan sekitar $50 miliar, kata Johannes Rauball, analis minyak mentah senior di Kpler. Itu setara dengan penurunan 1% dalam produk domestik bruto (PDB) tahunan Jerman, atau kira-kira seluruh PDB negara-negara kecil seperti Latvia atau Estonia.

Memakan waktu bertahun-tahun untuk pulih

Meskipun Araqchi mengatakan Selat Hormuz telah dibuka, pemulihan produksi dan arus diperkirakan akan lambat.

Persediaan minyak mentah darat global telah turun sekitar 45 juta barel sejauh ini pada bulan April, menurut Kpler.

Sejak akhir Maret, gangguan produksi telah mencapai sekitar 12 juta barel per hari.

Ladang minyak mentah yang lebih berat di Kuwait dan Irak juga membutuhkan waktu empat hingga lima bulan untuk kembali ke tingkat operasi normal, memperpanjang penarikan stok hingga musim panas, kata Rauball.

Demikian pula, kerusakan pada kapasitas penyulingan dan kompleks LNG Ras Laffan di Qatar berarti pemulihan penuh infrastruktur energi regional dapat memakan waktu bertahun-tahun.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AS-Israel Serang Irankonflik Timur TengahMinyak MentahPerang Iran-AS Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seorang Tentara Israel Tewas, Total 16 Penjajah Binasa di Lebanon
Tulisan selanjutnya Usai Iran, Analis Sebut Turki atau Pakistan Bisa Jadi Lawan Baru Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

Berita
5 September 2026 09:34
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Berita

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

3 September 2026 14:11
Berita

70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

3 September 2026 13:38
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?