Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Usai Iran, Analis Sebut Turki atau Pakistan Bisa Jadi Lawan Baru Israel

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 20 April 2026 16:27 4:27 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 20 April 2026 16:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Seorang analis asal Israel menyebut Turki atau Pakistan bisa menjadi lawan baru bagi Israel di Timur Tengah. Hal itu disampaikannya dalam sebuah opini yang diterbitkan Maariv pada Jumat (17/04/2026).

Dalam sebuah opini yang diterbitkan di harian Maariv, Boaz Golani menulis tentang “pergeseran situasi” di Timur Tengah, seiring dengan berlanjutnya pembicaraan untuk mengakhiri perang melawan Iran. Boaz Golani menyebut Teheran “akan dipaksa untuk meninggalkan peran sebagai musuh besar Israel.”

“Di bawah kepemimpinan Ali Khamenei, Iran telah melakukan upaya besar selama tiga dekade untuk dengan setia memenuhi peran ini,” demikian bunyi artikel tersebut, yang mengklaim bahwa perang terbaru melawan Iran – bersamaan dengan krisis ekonomi – telah “menghapus” kemampuan militer Republik Islam tersebut.

Ia mengusulkan Turki atau Pakistan untuk mengambil alih posisi Iran. “Tampaknya persaingan telah berakhir antara Turki dan Pakistan,” tulis Golani.

“Dua negara besar (85 juta penduduk di Turki, 240 juta di Pakistan), keduanya dengan mayoritas Sunni yang kuat, keduanya dengan rezim otoriter yang mengandalkan bayonet militer, keduanya dengan tentara yang besar dan, anehnya, keduanya memiliki hubungan baik dengan Amerika Serikat, sekutu utama Israel.”

Baca Juga

Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’

Ketegangan antara Israel dan Turki telah meningkat selama seminggu terakhir, ketika para pemimpin saling melontarkan tuduhan tajam di tengah keretakan geopolitik yang berpusat pada genosida di Gaza dan persaingan pengaruh di Suriah.

Dalam sebuah unggahan di X, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan “membantai warga Kurdi-nya sendiri” dan “mendukung rezim teror Iran dan proksinya”.

Netanyahu semakin menggeser retorikanya ke arah Turki dalam beberapa bulan terakhir, seiring Ankara yang mendekat ke Yunani dan Republik Siprus.

Meskipun begitu, “kapal-kapal bayangan” Yunani masih melewati pelabuhan Ceyhan dalam perjalanan mereka untuk mengirimkan minyak dan kargo militer ke Israel.

Para analis mengatakan persaingan yang muncul kemungkinan akan berpusat di Suriah, di mana kepentingan yang bersaing telah lama membara.

Sementara itu, Pakistan, yang telah memposisikan dirinya di pusat mediasi konflik global selama perang melawan Iran, telah lama memiliki beberapa pejabat yang vokal dalam kritik mereka terhadap Israel.

Dalam sebuah unggahan yang kemudian dihapus di X pekan lalu, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyebut Israel “jahat” dan “kutukan bagi umat manusia”.

Pernyataan itu dibuat hanya beberapa jam sebelum delegasi AS dan Iran dijadwalkan tiba di Islamabad untuk pembicaraan perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan.

Dalam kolomnya, Golani menulis bahwa “Israel harus bersiap untuk skenario di mana salah satu dari kedua negara ini akan menghadapinya segera setelah pertempuran melawan Iran mereda.”

“Pilihan di antara keduanya bukanlah di tangan kita, dan kedua opsi tersebut hampir sama buruknya. Pengaruh utama yang kita miliki dalam menghadapi keduanya adalah hubungan kita dengan Amerika Serikat, yang harus kita jaga dengan sekuat tenaga.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlineiranisraelkonflik Timur TengahPilihan RedaksiTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ganti Rugi Kebakaran Kilang Perang 50 Hari AS-Israel dan Iran Sebabkan Dunia Kehilangan 50 Miliar Dolar
Tulisan selanjutnya Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Berita
8 Juni 2026 12:15
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026

8 Juni 2026 19:00
Berita

Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis

8 Juni 2026 17:58
Berita

MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola

8 Juni 2026 17:20
Suriah Larang Kelompok Bersenjata Selain Militer Negara
Berita

Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap

8 Juni 2026 10:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?