Hidayatullah.com – Saudari Presiden Irlandia Catherine Connolly termasuk di antara aktivis armada Global Sumud yang diculik oleh penjajah ‘Israel’ di tengah perjalanan mereka menuju Gaza.
Sejumlah media melaporkan pada Senin (18/05/2026), Margaret Connolly termasuk di antara setidaknya enam warga negara Irlandia di atas armada bantuan yang ditahan oleh ‘Israel’, lapor Irish Independent, mengutip para aktivis.
Menurut Armada Global Sumud, 10 kapal dari konvoi 60 kapal dicegat di perairan internasional dan dibajak oleh pasukan ‘Israel’ pada Senin pagi.
Para penyelenggara mengatakan pencegatan terjadi sekitar 70 mil laut dari pulau Siprus, dengan setidaknya enam dari 15 peserta Irlandia ditahan.
Armada tersebut merilis video dari Connolly dan lima aktivis lainnya yang tampaknya direkam sebelum pencegatan.
“Jika Anda menonton video ini, itu berarti saya telah diculik dari kapal saya di armada oleh pasukan pendudukan Israel, dan saya sekarang ditahan secara ilegal di penjara Israel,” kata Connolly dalam video tersebut.
“Saya sangat bangga dapat berpartisipasi dalam armada ini – ini adalah yang terbesar hingga saat ini,” tambahnya.
Pada Senin, tentara penjajah ‘Israel’ menyerang dan mencegat armada kemanusiaan Global Sumud yang menuju Gaza di perairan internasional dan menahan sekitar 100 aktivis ketika misi tersebut berupaya untuk menembus blokade ‘Israel’ di wilayah Palestina tersebut.
Armada tersebut, yang terdiri dari lebih dari 50 kapal, berlayar pada hari Kamis dari distrik Marmaris di Mediterania Turki dalam upaya baru untuk menembus blokade Zionis ‘Israel’ yang diberlakukan di Gaza sejak tahun 2007.
Penyelenggara mengatakan misi tersebut mencakup 426 peserta, di antaranya 96 aktivis Turki dan peserta dari 39 negara lain, termasuk Jerman, AS, Argentina, Australia, Bahrain, Brasil, Aljazair, Indonesia, Maroko, Prancis, Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, Kanada, Mesir, Pakistan, Tunisia, Oman, dan Selandia Baru.
Pada tanggal 29 April, pasukan ‘Israel’ juga menyerang armada bantuan Global Sumud di lepas pantai pulau Kreta, Yunani.*




