Hidayatullah.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan pada Senin mengutuk sekeras-kerasnya “pembajakan dan perampokan” Israel terhadap Armada Global Sumud.
Dalam pidato publiknya setelah rapat Kabinet di Ankara, Erdoğan mengatakan serangan ‘Israel’ terhadap misi bantuan tersebut tidak akan menghentikan solidaritas internasional dengan Palestina, atau upaya penegakan keadilan. Ia mendesak komunitas global untuk bertindak melawan “tindakan tanpa hukum” Israel.
Serangan terhadap armada
Pasukan penjajah ‘Israel’ telah menyita lebih dari 40 dari 54 kapal dari armada yang menuju Gaza dan menahan sekitar 300 aktivis.
Armada Global Sumud, yang membawa bantuan kemanusiaan, diserang di perairan internasional saat berupaya menembus blokade Gaza yang telah berlangsung selama 17 tahun oleh Israel.
Kecaman internasional
Sepuluh negara, termasuk Turki, Pakistan, Spanyol, dan Brasil, telah mengutuk serangan Israel terhadap armada tersebut. Menteri luar negeri negara-negara tersebut menyebut serangan itu sebagai “pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional” dan menuntut pembebasan segera semua aktivis yang ditahan.
Insiden sebelumnya
Aksi pembajakan yang sama beberapa kali dilakukan penjajah ‘Israel’. Terakhir pada bulan April, saat itu Zionis menangkap lebih dari 170 aktivis, termasuk 20 warga negara Turki. Para aktivis melaporkan mengalami kekerasan seksual dan pemukulan selama penahanan.*




