Hidayatullah.com– Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memimpin dari lokasi yang dirahasiakan dengan akses terbatas ke dunia luar, mengandalkan jaringan kurir untuk menyampaikan pesan dari dan kepadanya karena khawatir akan ada serangan lagi yang ditujukan kepadanya, lapor CBS News yang secara eksklusif mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat yang mengetahui perihal itu.
Dalam laporan CBS News hari Ahad (24/5/2026) dikatakan bahwa masalah komunikasi di lingkungan kepemimpinan Iran merupakan hambatan utama dalam negosiasi dengan pemerintahan Donald Trump Para pejabat Iran yang diberi wewenang untuk berinteraksi dengan Washington kesulitan untuk berkomunikasi bahkan di dalam sistem mereka sendiri.
Para pejabat AS mengatakan kepada CBS bahwa ketika proposal perdamaian dikirim ke Teheran, terjadi penundaan yang signifikan sebelum tanggapan diterima, karena pesan-pesan tersebut terlebih dahulu akan melalui perantara sebelum sampai ke pemimpin tertinggi Iran tersebut.
Kebanyakan pejabat Iran sekarang menghabiskan sebagian besar waktunya di bunker-bunker, menghindari kontak langsung dan membatasi komunikasi kecuali diperlukan.
Laporan tersebut menambahkan bahwa bahkan para pejabat tinggi Iran sendiri tidak mengetahui keberadaan pasti pemimpin tertinggi mereka itu atau tidak memiliki jalur komunikasi langsung dengannya.
Pesan-pesan disampaikan melalui kurir tepercaya yang secara khusus digunakan untuk menyembunyikan lokasinya, sementara dia dikabarkan hanya memberikan panduan umum tentang isu-isu apa yang dapat dinegosiasikan dan mana yang tetap terlarang.
Mojtaba Khamenei, yang menggantikan ayahnya yang terbunuh Ayatollah Ali Khamenei, belum pernah tampil di muka umum bahkan sejak sebelum perang Iran versus AS-Israel.*




