Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juni 2026 19:57 7:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juni 2026 05:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mematangkan berbagai persiapan guna mendukung implementasi program wajib belajar 13 tahun, termasuk satu tahun pendidikan pra-sekolah melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyusunan struktur kurikulum PAUD yang dirancang untuk memperkuat kesiapan belajar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa kurikulum PAUD akan mengintegrasikan kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler sebagai fondasi pembentukan delapan Dimensi Profil Lulusan yang menjadi arah kebijakan pendidikan nasional saat ini.

Menurut Gogot, kegiatan intrakurikuler di PAUD dirancang untuk mengembangkan berbagai kemampuan dasar anak secara menyeluruh. Aspek yang dikembangkan meliputi nilai agama dan budi pekerti, pembentukan jati diri, kemampuan literasi dan numerasi, pemahaman sains dan teknologi, hingga pengembangan kreativitas melalui seni.

“Implementasi kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler di PAUD menjadi dasar pembentukan delapan Dimensi Profil Lulusan yang saat ini menjadi arah kebijakan nasional,” ujarnya di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, dalam proses pembelajaran, Kemendikdasmen juga menerapkan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam. Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang bermakna sehingga mampu menghubungkan pengetahuan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga

MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026

Untuk mendukung proses tersebut, satuan pendidikan PAUD didorong memanfaatkan berbagai sumber belajar yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain lingkungan alam dan sosial, pemanfaatan buku bacaan anak serta teknologi yang ramah anak juga menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang dikembangkan.

Menurut Gogot, pendekatan tersebut bertujuan membangun fondasi yang kuat bagi kesiapan anak memasuki sekolah dasar sekaligus mendukung keberhasilan mereka pada jenjang pendidikan berikutnya.

“Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kesiapan sekolah dan memastikan anak memiliki dasar perkembangan yang optimal sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya,” katanya.

Kemendikdasmen juga memberikan perhatian khusus terhadap layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus melalui Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB). Pada jenjang ini, proses pembelajaran lebih difokuskan pada aktivitas bermain yang bermakna sebagai sarana untuk mendorong eksplorasi, memperkuat karakter, serta mengembangkan kompetensi peserta didik sesuai kebutuhan masing-masing.

Selain itu, berbagai aktivitas pembelajaran di TKLB juga dirancang untuk menstimulasi perkembangan anak melalui pendekatan yang terintegrasi dengan layanan terapi sehingga dapat mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.

Di samping kegiatan intrakurikuler, kurikulum PAUD juga mencakup kegiatan kokurikuler yang berfungsi memperkuat pencapaian Profil Lulusan. Pelaksanaan kegiatan tersebut mengacu pada Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) sehingga perkembangan peserta didik dapat terukur dan sesuai dengan tahapan usia mereka.

Gogot menegaskan bahwa program wajib belajar satu tahun pra-sekolah merupakan bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional sejak usia dini. Program ini tidak hanya berorientasi pada kesiapan akademik, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter, penguatan kemampuan sosial-emosional, serta peningkatan literasi anak secara holistik.

Dengan kurikulum yang lebih terstruktur dan berorientasi pada perkembangan anak, Kemendikdasmen berharap program wajib belajar 13 tahun dapat menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi Indonesia yang siap belajar, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KemendisdakmenkurikulumPAUD
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet

8 Juni 2026 18:30
Berita

Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis

8 Juni 2026 17:58
Berita

MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola

8 Juni 2026 17:20
Suriah Larang Kelompok Bersenjata Selain Militer Negara
Berita

Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap

8 Juni 2026 10:25
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?