Hidayatullah.com – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menegaskan bahwa ketahanan energi nasional tidak hanya ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam, tetapi juga oleh kemampuan bangsa mengelolanya.
Hal itu disampaikan dalam Sidang Pleno XI Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, saat membahas tema ketahanan energi nasional. Arcandra mengawali paparannya dengan mengajak peserta merenungkan masa depan sumber daya alam Indonesia, mulai dari minyak bumi, batu bara, hingga mineral yang suatu saat akan habis.
Menurutnya, amanat UUD 1945 tentang pemanfaatan kekayaan alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat harus diwujudkan melalui pengelolaan yang berdaulat. Ia menyebut terdapat empat aspek penting yang perlu diperhatikan, yakni siapa yang mengelola sumber daya alam, teknologi yang digunakan, sumber investasi yang terlibat, serta pemanfaatan hasil pengelolaan tersebut.
“Pertanyaannya bukan hanya apa yang dimaksud dengan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, tetapi bagaimana cara mewujudkannya,” ujar Arcandra. Ia menekankan, kedaulatan energi hanya dapat tercapai apabila Indonesia mampu menguasai sumber daya manusia, teknologi, pendanaan, dan memastikan hasil pengelolaan sumber daya alam memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.
Pemaparan Arcandra mendapat perhatian dari peserta yang terdiri dari ulama, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi Islam yang hadir dalam KUII VIII.*




