Hidayatullah.com – Komite teknokrat Palestina yang ditunjuk mengelola Gaza menegaskan kesiapan mereka mengambil alih wilayah terblokade itu hanya setelah pasukan ‘Israel’ mundur. Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya pasukan penjajah yang terus memperluas wilayah yang mereka duduki.
Pejabat ‘Israel’ mengklaim bahwa fase awal penerapan rencana Board of Peace (BoP) tidak memerlukan penarikan pasukannya.
Melansir Quds News Network pada Senin (27/07/2026), Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) mengatakan telah menyelesaikan persiapan administrasi dan operasional untuk mengambil alih tanggung jawab pengelolaan Gaza.
Komite teknokrat itu akan “segera melakukan tugasnya setelah BoP dan Dewan keamanan menyetujui pengerahan pasukan internasional serta penarikan tentara ‘Israel’.”
Nantinya, komite teknokrat hanya diizinkan beroperasi di “Zona Oranye” – area kecil yang terletak “Garis Kuning”, tempat pasukan ‘Israel’ ditempatkan, dan “Garis Oranye”, yang didirikan oleh pasukan ‘Israel’ jauh di dalam wilayah yang secara resmi berada di bawah kendali Palestina.

Menurut sumber lain yang mengetahui keputusan kabinet tersebut, ‘Israel’ juga menyetujui pembangunan dua ‘zona perumahan’ sementara di Gaza.
Awal bulan ini, Hamas mengumumkan bahwa badan yang mengelola Gaza atas nama mereka telah mengundurkan diri sebagai persiapan untuk memindahkan pengelolaan Gaza kepada komite teknokrat. Namun, ‘Israel’ sejauh ini menolak untuk mengizinkan anggota komite, yang berbasis di Kairo, untuk memasuki Jalur Gaza.*




