Hidayatullah.com – Puluhan tentara Israel dilaporkan melakukan “pemberontakan” setelah meninggalkan pangkalan militer Sde Teiman, menurut media setempat.
Insiden dipicu permasalahan sepele. Para tentara penjajah itu memprotes perintah untuk menghapus pajangan atau display yang menampilkan pertempuran yang mereka ikuti.
Surat kabar Yedioth Ahronoth, melaporkan bahwa puluhan tentara dari Batalyon Tsavar Brigade Givati keluar dari pangkalan Sde Teiman sambil meneriakkan: “Persetan dengan semua perwira.”
Menurut laporan tersebut, komandan batalyon telah memerintahkan penghapusan sudut peringatan di dalam pangkalan yang berisi bendera dan barang-barang yang memperingati pertempuran di mana para tentara telah berpartisipasi. Keputusan itu dilaporkan membuat marah pasukan dan memicu protes.
Yedioth Ahronoth kemudian melaporkan bahwa para tentara telah kembali ke batalyon tanpa menjelaskan bagaimana protes itu berakhir.
Sementara itu, Maariv mengatakan sekitar 100 dari 115 tentara batalion tersebut kembali ke pangkalan pada hari yang sama setelah meninggalkan pangkalan pada Kamis pagi.
Kantor juru bicara militer ‘Israel’ mengatakan: “Beberapa saat yang lalu, tentara dari sebuah batalion tempur mulai meninggalkan pangkalan mereka tanpa izin komandan mereka setelah keputusan komandan batalion untuk mencopot papan nama.”
Juru bicara tersebut, yang dikutip oleh media Israel, menambahkan: “Insiden ini sedang diselidiki dan ditangani oleh para komandan. Insiden ini tidak sesuai dengan nilai-nilai militer Israel dan apa yang diharapkan dari para tentaranya.”
Lembaga penyiaran publik ‘Israel’ melaporkan bahwa para tentara tersebut baru saja kembali dari Lebanon dan diperintahkan untuk membongkar area peringatan yang berisi bendera dan kenang-kenangan untuk menghormati rekan-rekan mereka yang gugur. Sebagai bentuk protes, mereka dilaporkan meletakkan senjata mereka.
Lembaga penyiaran tersebut menggambarkan insiden itu sebagai “pemberontakan”.*




