Hidayatullah.com – Kelompok bersenjata Houthi di Yaman pada Sabtu mengklaim bertanggungjawab terhadap serangan rudal dan drone yang menarget situs-situs “sensitif di ibukota Arab Saudi, Riyadh.
Pernyataan Houthi itu disampaikan beberapa jam setelah kobaran api dan asap tampak membumbung tinggi di dekat bandara utama kota tersebut.
Sebelumnya pada Sabtu malam, badan pertahanan sipil Saudi, mengirimkan peringatan potensi serangan udara melalui telepon kepada warga Riyadh dan kota Al-Kharj.
Melansir BBC pada Senin (21/09/2026), setidaknya terdengar satu ledakan. Meski tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan.
Pasukan koalisi pimpinan Saudi mengonfirmasi bahwa kelompok yang didukung Iran itu berupaya menyerang ibu kota dengan rudal balistik, namun berhasil dicegat.
Belum jelas sasaran apa yang diincar kelompok Houthi di Riyadh, namun mereka mengaku telah menyerang fasilitas perusahaan minyak Aramco di kota Yanbu yang terletak di tepi Laut Merah.
Kelompok Houthi, yang menguasai wilayah-wilayah terpadat di Yaman serta sebagian besar wilayah utara, telah melancarkan serangan terhadap Arab Saudi sejak mereka mengumumkan blokade laut terhadap Riyadh pada bulan Juli.
Houthi telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal Saudi di Laut Merah, dan serangan kali ini tampaknya merupakan serangan pertama mereka terhadap Riyadh sejak konflik saat ini bermula.
Kelompok yang juga disebut Ansarallah itu menyatakan bahwa operasi terbaru ini diluncurkan sebagai tanggapan atas serangan terhadap ibu kota Yaman, Sanaa, yang saat ini mereka kuasai.
Trump menolak bantu Saudi
Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menolak permintaan Arab Saudi untuk intervensi militer langsung AS terhadap kelompok Houthi.
Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan kepada Al Jazeera dalam sebuah wawancara pada hari Sabtu bahwa Teheran menginginkan konflik tersebut berakhir.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan juga menyatakan bahwa Turki akan turun tangan membantu Arab Saudi berdasarkan pakta pertahanan trilateral yang juga melibatkan Pakistan.*




