Hidayatullah.com–Jum’at 16 Oktober 2015. Mahasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) UIN Sunan Ampel yang tergabung dalam relawan melawan asap kembali melakukan penggalangan dana untuk korban dampak kabut asap di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Para relawan dibagi ke beberapa titik, diantaranya ke fakultas-fakultas yang ada, gerbang masuk kampus bagian depan dan belakang. Relawan-relawan tersebut ditugaskan untuk “stand by” di titik-titik tersebut, dan adapula yang ditugaskan untuk berkeliling ke kelas-kelas dan ruang dosen.
Total ada 6 titik yang diisi oleh para relawan diataranya Gerbang masuk bagian depan dan belakang, Fakultas Dakwah, Fakultas Syariah, Kantin, dan Fakultas Ushuluddin.
“Alhamdulillah respon para mahasiswa, dosen serta karyawan sangat besar. Akan tetapi, karena hari jum’at banyak mahasiswa yang tidak memiliki jadwal perkuliahan, jadi untuk dana yang terkumpul relatif minimal. Rencananya kami akan mengadakan lagi untuk sesi berikutnya pada hari Ahad dan bertempat di area Car Free Day (CFD) di Jalan Raya Darmo Surabaya,” kata Febri Zulkarnain, salah satu relawan melawan asap mahasiswa PBSB UINSA.
Berbagai respon diterima oleh para relawan ini diantaranya dari Kabag Tata Usaha Fakultas Dakwah, Sahuri. Ia menyampaikan apresiasi yang besar terhadap para relawan yang mengorbankan waktunya untuk mengajak warga kampus dalam partisipasi membantu korban dampak kabut asap.
Dalam aksi ini terkumpulnya dana sebesar Rp.3.122.000. Rencananya para relawan akan menyalurkan dana hasil penggalangan ini melalui lembaga sosial seperti BMH, ACT, dll.
“Dana-dana ini nantinya akan disalurkan melalui lembaga sosial yang berada di lokasi. Dan kami dari relawan-relawan ini tidak memakai sepeserpun untuk kepentingan pribadi,” ujar Zulham, selaku Koordinator Relawan Melawan Asap PBSB UINSA.
Segenap pengurus dan anggota PBSB UINSA memohon doa kepada semua masyarakat untuk sama-sama memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak kabut asap.*/Ahmad Munir, UINSA Surabaya