Hidayatullah.com–Sejak mendapatkan amanah sebagai Direktur Eksekutif INSISTS, intelektual muda Dr. Syamsuddin Arif terus aktif membangun tradisi pemikiran Islam melalui tulisan-tulisan dan serial kuliahnya.
Awal Maret 2016 ini, INSISTS meluncurkan buku terbaru, Islamic Science, juga Jurnal Islamia edisi terakhir yang membahas tema LGBT dan Psikologi Islam.
Pada April 2016, Dr. Syams – panggilan akrabnya – akan menggelar serial kuliah (10 sesi, @ 2 jam) tentang Filsafat Barat dan Filsafat Islam. Acara ini bertajuk “Lectures and Conversations on Western Philosophy and Islamic Philosophy”.
Kuliah Filsafat ini merupakan hasil Kerjasama INSISTS dan PIMPIN (Insitut Pemikirn Islam dan Pembangunan Insan) Bandung, yang didukung oleh Radio Jazz KLCBS 100,4 FM dan Harian Republika. Acara Bandung, 9-10 & 23-24 April 2016. Hotel NEO Dipatiukur, Jl. Dipatiukur No. 72 – 74 Bandung
Dr. Syams menjelaskan, filsafat itu mudah dan perlu. Asalkan dipahami dengan metode yang benar dan disampaikan pada orang yang tepat, filsafat akan memberikan manfaat pembentukan pola pikir yang benar dan mendasar.
“Bukan hanya filosof yang bisa berpikir. InsyaAllah setelah ikut kuliah flsafat ini, kita akan bisa berpikir. Now everyone can think,” kata Dr. Syams.
Dalam serial kuliah ini akan dikaji pemikiran-pemikiran penting dari para filosof dunia, mulai Plato, Aristotle, Plotinus, Descartes, Kant, al-Farabi, Avicenna, al-Ghazali, al-Razi, dan sebagainya. Selama kuliah, insyaAllah, Dr Syams akan didampingi oleh Dr. Adian Husaini, yang sempat belajar Greek Philosophy pada Prof. Paul Lettinck, asal Belanda.
Dr. Syamsuddin Arif, lahir di Jakarta 19 Agustus 1971. Setamatnya dari KMI Gontor tahun 1989, ia mengaji dan menyelesaikan program tahfidzul Quran di di Majlis Qurra` wal Huffaz di Sulawesi selama dua tahun.
Kemudian ia menempuh program sarjana (S1) di International Islamic University Malaysia (IIUM) dan melanjutkan program S2 di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) di mana ia berguru langsung kepada Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud. Di bawah bimbingan Prof. Alparslan Açikgence, pakar filsafat dan sains Islam dari Turki, ia selesaikan tesisnya yang berjudul “Ibn Sina’s Theory of Intuition”.
Program S3 berhasil ia rampungkan pada tahun 2004 dengan disertasi berjudul “Ibn Sina’s Cosmology: A Study of the Appropriation of Greek Philosophical Ideas in 11th Century Islam” di bawah bimbingan Prof. Paul Lettinck.
Ia juga sempat belajar di Orientalisches Seminar, Johann Wolfgang Goethe Universität Frankfurt Jerman selama empat tahun sebelum kemudian kembali ke Malaysia untuk menjadi dosen di IIUM (2007-2012) dan CASIS UTM (2012-2015).
Saat ini selain menjabat sebagai Direktur Eksekutif INSISTS, Dr Syams juga mengajar di Pasca Sarjana Universitas Darussalam Gontor dan Universitas Ibn Khaldun Bogor.
“Ini kesempatan yang sangat langka dan mahal. Karena itu saya siap mendampingi Dr Syams, ” kata Dr Adian Husaini.
Menurutnya, yang diperlukan saat ini, umat Islam mendudukkan ilmu filsafat ini pada tempatnya. InsyaAllah, katanya, Dr. Syams mampu menyampaikan kuliah Filsafat ini dengan cara yang santai, santun, dan segar.
“Di sela-sela kuliah, bisa diselingi rekreasi dan belanja. Ini kesempatan bagi keluarga belajar filsafat. Jadi, bagus sekali semboyan Dr Syams itu, bahwa Now everyone can think,” ujar Adian, yang berniat mengajak anak-anaknya ikut kuliah ini.
Ditanya, apakah memang kuliah Filsafat INSISTS ini biayanya mahal? “Untuk nonton konser menyanyi, jingkrak-jingkrak dan geleng-geleng kepala saja, orang mau bayar mahal. Ini untuk kuliah yang berkualitas internasional dan untuk meraih kebenaran, jangan kita ragu untuk berkorban. Waktu saya kuliah di ISTAC, saya jual mobil, saya ngutang-ngutang. Jangan ragu-ragu untuk berjihad thalabul ilmi!” tegas Dr. Adian, yang juga pendiri dan peneliti INSISTS.*/kiriman Nuim