Hidayatullah.com–Banyaknya korupsi di antara pimpinan negara ini mengungkapkan adanya krisis kepemimpinan nasional. Sebagai tindakan proaktif menyiapkan kader-kader pemuda dengan ruh kepemimpinan nasional yang luhur, Young Islamic Leader (YI-Lead), organisasi kepemudaan non-partisan Islam Indonesia, mengadakan Islamic Leadership Academy 2013 tingkat dasar, yang telah dimulai hari Ahad (06/10/2013) kemarin.
Pembicara pada sesi pertama Kelas Kepemimpinan Dasar YI Lead adalah Ustadz Bachtiar Nasir, Pembina YI Lead yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI); Ustadz Fahmi Salim, intelektual muda kelahiran 22 Mei 1980 yang juga Wakil Sekjen MIUMI dan anggota Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat; dan Ustadz Alfian Tanjung, Ketua Taruna Muslim.
Dalam kesempatan pertemuan pertama kelas yang terbagi dalam enam kali pertemuan ini, dibahas tiga topik: Ustadz Bachtiar Nasir membicarakan urgensi kepemimpinan yang mengajak kepada agama Allah.
Ustadz Fahmi membahas peran pemuda dalam kebangkitan Islam, dan Ustadz Alfian Tanjung menelaah situasi kontemporer umat yang perlu dicari bersama solusinya.
Indonesia sangat memerlukan sosok pemimpin yang mampu menghadirkan keamanan, keadilan, kesejahteraan dan rahmat bagi masyarakatnya.
Sedangkan Ustadz Bachtiar Nasir mengajak peserta untuk selalu menjadikan hal-hal tersebut pedomannya ketika memimpin, dan juga selalu ingat bahwa tugas utama seorang pemimpin adalah mengajak kepada agama Allah.
Bachtiar Nasir juga turut menghimbau para peserta untuk berkontribusi untuk Indonesia sebelum menginjak usia 40 tahun.
Islamic Leadership Academy diadakan selama tiga bulan, dari Oktober-Desember 2013.
Tiap bulannya akan diadakan kelas dua kali, di Ahad pertama dan ketiga setiap bulan, dari pukul 1 siang WIB sampai pukul 6 sore WIB.
“Urgensi pemimpin di negeri ini sudah tingkat darurat. Membangun negeri ini tidak mungkin dilakukan sendiri, oleh karena itu saya berharap selepas dari ruangan ini, para peserta tidak lagi pulang dengan tangan kosong, melainkan mampu memberi pengaruh menjadi agen perubahan, bangkit dan bersinergi untuk membangun negeri bersama,” ujar Agastya Harjunadhi, Sekretaris Jenderal YI-Lead, dalam sambutan pembukaannya di acara ini.*/Melita Rahmalia, Media Relations Coordinator Young Islamic Leaders