Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Hantu Komunisme, Tuhankan Paham Marxisme Berorientasi Materialisme

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Maret 2016 09:21 9:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Maret 2016 09:21
Bagikan
Karl Marx and Friedrich Engels
Bagikan

oleh: Muawwin

 

Hantu komunisme, istilah yang mereka pakai untuk dirinya sendiri (Karl Max, Frederick Engels: Manifes Partai Komunis) kini merayap dan berkeliaran di seluruh dunia.

Komunisme adalah sebuah aliran atau sistem yang hendak memecahkan persoalan kehidupan dan kemasyarakatan.

Karenanya, ia tak hanya konsepsi duniawi semata, ia juga sebagai perumusan persaudaraan modern.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Paham komunisme ini tegak berlandaskan filsafat hidup yang belum selesai, filsafat Marxisme dan Materialisme.

Kenapa filsafat hidup Marxisme dan Materialisme dianggap belum selesai? Sebabnya ia sangat bertentangan dengan fitrah manusia. Dalam diri manusia ada perasaan yang ia bukanlah dipengaruhi oleh kebendaan/materi semata.

Lebih lagi seorang Muslim yang menjadikan Islam sebagai agama. Tentu ia bukanlah berpedoman dengan suatu tata nilai yang nampak saja, ia mengharuskan percaya dan mengikuti aturan yang bersumber dari wahyu, sesuatu yang tidak bisa diukur dengan nilai kebendaan.

Belum lagi jika dikaitkan dengan alam akhirat, maka paham Komunisme ini tidak akan pernah sampai menjangkau titik tersebut, tentu ia tidak akan selesai mengatur segala aspek kehidupan di dunia dan akhirat kelak.

Jika demikian, lantas bagaimana ia akan diterima oleh semua orang?

Paham Komunisme adalah filsafat hidup yang belum selesai. Ia menolak adanya unsur-unsur batin, faktor ruhani, jiwa dan semangat, ruh dalam diri, ia juga menolak unsur kepercayaan dalam kehidupan manusia, tidak ada kesadaran batin, rasa keterikatan sosial yang harmoni, dan lain sebagainya.

Kekurangan-kekurangan itulah yang layak menyatakan bahwa Komunisme adalah paham/falsafah hidup yang tidak akan pernah selesai.

Mari kita lihat teori kemasyarakatan dari Marxisme dan Komunisme. Secara mutlak, teori mereka didasarkan kepada kebendaan (Materialisme).

Hal itu dibuktikan dengan produk pemikiran yang dipertuhankan oleh mereka.

“Bukanlah kesadaran-otak manusia yang menetapkan adanya manusia, akan tetapi sebaliknya, keadaan masyarakat manusia yang menetapkan kesadaran otaknya,” demikian kata Karl Max (dalam Bahaja Merah di Indonesia, M Isa Anshary, hal. 3-25).

“Dunia-benda, dunia yang salah kita alami dengan panca indera kita, dimana kita juga pun termasuk di dalamnya, adalah satu-satunya yang hakikat.

Kesadaran ingatan kita dan pikiran kita, bagaimanapun juga rupa-rupanya tinggi dan rasa tak tercapai dengan panca indera kita adalah hasil akibat dari bagian badan kita yang kasar, yaitu otak.

Benda bukanlah hasil akibat dari kesadaran-ingatan (ruhani), akan tetapi kesadaran-ingatan (ruhani) sendiri adalah hanya cuka hasil akibat yang setinggi-tingginya dari benda,” ujar  Frederick Engels.

Menurut M Isa Anshary dalam buku Bahaja Merah di Indonesia menuliskan, “Materialisme filosofi atau Marxisme pada hakekatnja adalah kejakinan ‘menuhankan alam benda’ (stofvergoding), mempunjai kepertjajaan bahwa segala sesuatu ini adalah asalnja dari benda, oleh benda dan kepada benda.”

Lanjutnya Isa menyebutkan, bahwa Komunisme-Materialisme akan menyebabkan banyak sekali paham dan akibat buruk yang akan terjadi.

Ada sebelas poin pedih bilamana hantu Komunisme bergentayangan, dengan tuhan Marxisme dan orientasi hidup yang Materialisme menguasai dunia, yaitu:  Anti Tuhan,  Anti Agama,  Hukum Rimba,  Tanpa Moral,  Perang Golongan,  Pemerintah Teror,  Neraka Dunia,  Anti Demokrasi,  Anti Nasional,  Imperialisme Baru, dan  Agama Baru.

Kekuasan Ghaib itu tidak ada, karenanya Tuhan dan agama disingkirkan dari pentas kehidupan di dunia ini.

Akibatnya, tidak ada aturan agung yang mengikat orang-orang berotak otak Materialisme, tata nilai, norma, akhlak dan adab tidaklah menjadi bingkai indah pribadi seorang manusia.

Dampaknya, manusia akan bertindak brutal. Berlaku hukum rimba, tidak ada norma, yang ada hanya perang dan saling bunuh, menebar terror, dan perbuatan yang bersifat merusak semua segi kehidupan.

Hidup di dunia pun menjadi seperti di neraka, yang ada hanya siksa dan derita, darah manusia menjadi fenomena yang biasa, potongan tangan, kaki, bahkan kepala, berserakan dimana-mana.

Sungguh keji dan biadab paham yang telah menewaskan sekitar 120.000 juta nyawa di 76 negara selama kurang lebih 79 tahun lamanya.

Oleh karena itu, M Isa Anshary, salah satu tokoh Islam yang lahir dari ormas Persatuan Islam (PERSIS) mengingatkan.

“Adalah termasuk kedalam tugas suci dari segenap umat beragama, terutama kaum Muslimin dan umat Nasrani, untuk membentuk blok Ketuhanan, kembali kepada kalimat persamaan antara kedua umat ini, untuk bekerja sama menolak dan menantang faham yang sesat dan agama palsu ini (Komunisme-Materialisme).

Tugas keagamaan dan kemanusiaan ini, lebih terasa arti dan urgensinya, jikalau kita memahamkan secara sungguh kegelisahan zaman kita karena ancaman negeri yang dahsyat itu.”

Penulis mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) UIKA Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:komunismemarxisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Shalat Malam di Stasiun
Tulisan selanjutnya INSISTS Gelar Kuliah Filsafat Barat dan Filsafat Islam di Bandung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?