Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Aswaja NU Jember Gelar Dialog dengan Syiah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Januari 2015 08:54 8:54 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Januari 2015 08:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Bertempat di Aula Pertemuan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, hari Senin (26/01/2015) digelar “Dialog Terbuka Aswaja NU – Syi’ah”

Hadir sebagai pembicara dari pihak Aswaja NU adalah Muhammad Idrus Ramli  (Jember), sedangkan dari pihak Syi’ah Abdullah Uraidhi  (Jakarta) dan Abdillah Ba’abud (Malang).

Dialog Terbuka ini diawali pembukaan dari pembawa acara dilanjut dengan beberapa sambutan.

Dalam paparannya panitia menjelaskan kedua pembicara Abdullah Uraidhi  (Jakarta) dan Abdillah Ba’abud (Malang) yang mewakili Syiah adalah alumni Iran.

Bahkan, Abdullah Uraidhi adalah termasuk ke dalam tim penulis (Tim Ahlul Bait Indonesia/ABI) yang baru saja menerbitkan “Buku Putih Mazhab Syiah” (Menurut Para Ulamanya Yang Muktabar).

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Dialog terbuka dimulai oleh Abdullah Uraidhi yang menjelaskan mengenai Syiah secara singkat sebagaimana terurai di dalam “Buku Putih Mazhab Syiah (Menurut Para Ulamanya Yang Muktabar)”.

“Menurut ulama Syiah yang muktabar, tidak ada bedanya Syi’ah dengan Sunni,” demikian kata Abdullah Uraidhi.

Sesi kedua diberikan kepada pembicara Syiah yang kedua, yakni Abdillah Ba’abud.

Senada dengan Abdullah Uraidhi, Abdillah Baabud menyatakan bahwa Syi’ah itu bagian dari Sunni.

“Syi’ah bukan hanya menganggap sunni sebagai saudara, melainkan sudah menjadi bagian dari jiwa Syiah, jika Sunni sakit maka Syiah juga sakit, begitu pula sebaliknya,” ungkap Abdillah Baabud menukil pernyataan salah satu ulama Syiah.

Sesi ketiga diberikan kepada Muhammad Idrus Ramli dari ASWAJA Centre. Muhammad Idrus Ramli memberikan koreksi terhadap “Buku Putih Mazhab Syiah (Menurut Para Ulamanya Yang Muktabar)”.

Di antaranya, ia memberikan beberapa argumentasi karena kesannya dua pembicara dari Syiah yang hadir dalam dialog terbuka cenderung menyamakan doktrin keagamaan Syiah dengan Sunni.

“Dialog terbuka ini digelar untuk membahas hal yang berbeda dari Sunni dan Syiah, bukan untuk membahas hal yang sama,” demikian kritik Idrus Ramli.

Setelah itu,  Muhammad Idrus Ramli menguraikan apa yang dinilainya sebagai kesesatan-kesesatan Syi’ah menurut ulama Syiah di dalam berbagai referensi Syiah sendiri, termasuk meyakini tahrif Al-Qur’an, mencaci istri Nabi, mengkafirkan Sahabat, perbedaan rukun iman dan Islam antara Syiah dengan Sunni, perbedaan ibadah Syiah dengan Sunni, persamaan Syiah dengan mu’tazilah, dll.

Untuk menanggapi argumentasi yang dilancarkan Muhammad Idrus Ramli, moderator Dr. Faisal, memberikan waktu kepada dua pembicara Syi’ah.

Saat itu, yang aktif memberikan tanggapan terhadap argumentasi Idrus Ramli adalah Abdillah Baabud.

“Saya heran kepada Ustad Muhammad Idrus Ramli, sepertinya dia lebih memahami mengenai Syiah dari pada kami, padahal argumentasi Ustad Muhammad Idrus Ramli itu tidak lebih dari klaim-klaim belaka. Syiah yang saya pelajari, tidak ada hal-hal seperti yang dituduhkan Ustad Muhammad Idrus Ramli tersebut. Justru kitab-kitab Sunni memenuhi ruang dinding rumah kami,” kilah Abdillah Baabud.

Sementara itu, Abdullah Uraidihi menambahkan, “Yang menjaga Al-Qur’an itu adalah Allah sendiri sebagaimana didalam firmanNya. Kami juga menentang jika ada yang mengatakan Al-Qur’an tidak autentik. Silahkan tanya kepada 400 juta orang penganut Syiah di seluruh dunia, apakah mereka punya Al-Qur’an yang berbeda dengan Al-Qur’an yang ada saat ini?”

Menjawab pernyataan itu, Muhammad Idrus Ramli kembali memberikan tanggapan.

“Dari tadi pemaparan saya itu selalu saya nukil referensi dari kitab Syiah, namun Anda menyatakan hal itu hanyalah klaim belaka. Sekarang saya bawa kitab-kitabnya, dan Anda bisa membacanya sendiri jika tidak percaya. Di rumah kami juga banyak referensi-referensi Syiah, tapi apa berarti kami ikut pemikiran Syiah? Kan tidak!”

“Begitu juga di Syiah, banyak menyimpan referensi Sunni, namun bukan untuk ikut, melainkan sebagai propaganda dan menjiplak ajaran Sunni. Beberapa tahun yang lalu saat saya jalan-jalan ke Inggris, para orientalis pun banyak memajang literatur Sunni, namun bukan untuk mengikutinya.”

Setelah sesi dialog, masing-masing pihak diberi waktu untuk memberikan kesimpulan.

Pihak Syiah yang diwakili oleh Abdillah Baabud memberikan kesimpulan, “Syi’ah itu sama dengan Sunni, perbedaannnya hanya mengenai imamah,” katanya.

Sementara Muhammad Idrus Ramli memberikan kesimpulan  bahwa ada banyak perbedaan mendasar antara Sunni dan Syiah dibanding persamaannya.

“Perbedaan Sunni dengan Syiah terlalu banyak daripada persamaannya, sebab bukan hanya dalam aqidah yang berbeda, dalam bidang ibadah juga sangat berbeda,” ujarnya.”*/ Khofy Kutbhi

[Baca: Aswaja NU: Perbedaan Sunni-Syiah Terlalu Banyak]

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dialog Sunni-SyiahNUsunnisyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MS Kaban: Partai Bulan Bintang Masih Tetap Eksis
Tulisan selanjutnya Aswaja NU: Perbedaan Sunni-Syiah Terlalu Banyak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?