Hidayatullah.com–Raut gembira dan berseri-seri terpancar di wajah mahasiswa Al Azhar Kairo yang mengikuti daurah tajwid IAC (Indonesian Al-Qur’an Community). Pasalnya, komunitas Al Qur’an yang dipimpin oleh alumni Al-Azhar sekaligus pemilik sanad qira’at ‘asyrah, Ust. Khanova ini telah menyelesaikan program dauroh tajwid yang rutin diadakan tiap tahun, dimana para peserta diharuskan menghafal dan memahami matan Al Jazari dan Tuhfatul Athfal.
Setelah melewati 3 bulan masa daurah yang dimulai pada bulan Februari hingga April dan melalui beberapa tahapan dimulai dari mempelajari matan, menghafal dan ujian, akhirnya sampailah peserta pada tahap akhir dari dauroh yaitu; wisuda dan pemberian sanad matan tajwid.
Diantara para peserta dauroh yang diwisuda, terdapat 3 kader Hidayatullah, diantaranya adalah Rifa’i al-Haq dari Samarinda, Mufti al-Faruqi dari Surabaya dan Muhammad Ayul dari Gorontalo. Bahkan Mufti dan Rifa’i menjadi peserta dengan nilai tertinggi dalam dauroh tersebut dengan predikat mumtaz.
“Alhamdulillah setelah mengikuti dauroh saya benar-benar merasakan manfaatnya, mulai dari tahsin bacaan hingga hafal dalil-dalil dalam hukum tajwid,” kata Mufti ketika ditanya kesannya setelah menyelesaikan dauroh.
“Semoga Allah senantiasa menjaga, meridhoi, dan memberkahi segala langkah IAC dalam mencetak huffadzul Qur’an bersanad demi menyongsong peradaban Qur’ani,” ujar Rifai seraya berteri makasih atas kesabaran dan keistiqomahan para pengajar serta mendoakan mereka agar diberi ganjaran terbaik dari Allah Ta’ala.
Perlu diketahui IAC adalah salah satu komunitas Al-Qur’an yang lahir di Mesir dan kini telah memiliki cabang di Indonesia, tepatnya di propinsi Jawa Barat. Dan rencananya akan terus meluaskan jaringan hingga ke seluruh propinsi di Indonesia.*