Hidayatullah.com—Ir. Abdul Kadir Baraja, pendiri Lembaga Pendidikan Al Hikmah Surabaya, mendapatkan gelar kehormatan doktor honoris causa (HC) dalam bidang Ilmu Manajemen Pendidika dari Universitas Negeri Surabaya, pada hari selasa (26/09/2017).
Anugerah disampaikan dalam Rapat Senat Terbuka di Auditorium Gedung Rektorat Unesa pagi tadi, Selasa (26/09/2017) berdasarkan surat keputusan Rektor Unesa Nomor 1129/UN38/KK/KP/2017.
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Menyiapkan Guru Pejuang dalam Rangka Melahirkan Generasi Unggul Untuk Indonesia Abad 21”, Ustad Kadir, demikian ia akrab disapa, menyampaikan orasinya, bahwa “bangsa yang berkualitas terbentuk dari keluarga yang berkualitas. Keluarga yang berkualitas terbentuk dari anggota keluarga yang berkualitas. Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang berhasil melahirkan putra-putri yang berkualitas serta mempunyai kemauan dan kemampuan untuk melahirkan generasi berikutnya yang berkualitas pula.”
Menurutnya, lembaga pendidikan bertugas untuk membantu tanggungjawab orang tua tersebut.
Selanjutnya pria yang juga salah satu pendiri Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDFS) ini menyampaikan bahwa dalam menghadapi masa yang akan datang, diperlukan orang-orang yang mempunyai jiwa pembelajar yaitu memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar kapanpun dan dimanapun.
“Sekolah harus dapat membantu melahirkan anak-anak yang berakhlak dan berkompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan zamannya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa guru merupakan pemeran utama dalam proses pendidikan sehingga dibutuhkan guru yang berkualitas. Apalagi guru merupakan profesi beresiko tinggi (high risk profession) karena menyangkut masa depan manusia, tidak hanya di dunia bahkan juga di akhirat.
Karena tanggung jawab itulah, ia mendirikan pula STKIP Al Hikmah yang berasrama. Di tempat ini, ia merekrut generasi cerdas di penjuru Indonesia untuk belajar dengan beasiswa penuh.
“Tugas perguruan tinggi ini bukan membentuk pekerja yang terampil dan bekerja sebagai guru tetapi membentuk pejuang bangsa yang terampil bertugas sebagai guru dalam memanifestasikan perjuangannya,” ujar alumni Teknik Elektro ITS dan pernah menjadi pengajar di kampus tersebut.
Sementara itu, Prof. Dr. Warsono M.S Rektor UNESA menyampaikan bahwa proses pemberian gelar tersebut membutuhkan waktu 2 tahun dan bukan atas keinginan Ir. Kadir, tetapi murni karena pertimbangan pihak UNESA atas perannya dalam memberikan karya nyata dan bermanfaat bagi pengembangan pendidikan.
Prof. Muchlas Samani sebagai salah satu promotor menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Kadir Baraja mendahului beberapa penelitian terkait pendidikan.
Baca: Universitas George Washington Cabut Gelar Doktor Kehormatan Bill Cosby
Pengukuhan ini dihadiri pula oleh Anies Baswedan (Mantan Menteri Pendidikan RI yang kini terpilih menjadi Gubernur DKI) dan pengasuh PP Tebuireng Jombang, KH. Ir Solahuddin Wahid (Gus Solah), para ulama, dan praktisi pendidikan lainnya.
Gus Solah ikut memeberikan komentar dalam salahsatu wawancara, dengan mengatakan, “kunci pendidikan ada di sosok guru, di negara maju mungkin 10 terbaik tamatan SMA yang menjadi guru, kalau di Indonesia tidak. Kesejahteraan yang diterima menjadi guru itu kurang. Ir. Kadir ingin melawan itu semua dengan mencari orang-orang terbaik di Indonesia yang dibiayai untuk menjadi guru,” tambahnya.
Sementara itu, Anies Baswedan mengatakan, “Ratusan ribu anak didiknya tersebar, ini akan menjadi catatan amal saleh yang tidak pernah berhenti,” ujarnya.*/kiriman Nanang