Hidayatullah.com—Bertempat di aula AQL Islamic Center (21/03/2018), Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur`an (STIQ) Ar-Rahman menghelat seminar internasional bertajuk “The Way to the Islamic on Prespective of Al Qur’an and As Sunnah”.
Acara ini dimulai pukul 10.00 sampai 15.30. Jumlah peserta yang hadir enam puluh lebih peserta. Seminar ini terselenggara berkat kerjasama dengan AQL Islamic Center, Spirit of Aqsha, Laznas AQL dan UMI.
Acara ini menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri. Dari dalam misalnya, KH Bachtiar Nasir, Prof. Dr. Rosihon Anwar. Sedangkan dari luar ada dua: Syeikh Prof. Dr. Washfi Asyur Ali Abu Zaid Al Mashri (Member of International Union of Muslim Scholar) pakar ‘Tafsir Maqashid’. Satu lagi, Syekh Dr. Tajuddin Al Abbasi (ulama asal Sudan yang menjadi dosen di STIQ yang pakar dalam bidang Hadits).
Tema yang dalam bahasa Arabnya berjudul “Ath-Thariiq ilaa al-Hadhaarah al-Islaamiyah ‘ala Dhau`i al-Qur`an wa al-Sunnah” (Jalan Menuju Peradaban Islam dalam Perspektif Al-Qur`an dan As-Sunnah ini diawali dengan bacaan al-Qur`an oleh Amin Alumni AQC Mega Mendung. Kemudian dilanjut dengan sambutan dari ketua panitia Ustadz. Muhammad Yasir.
Dalam sambutannya, Ustadz. Muhammad Yasir menyampaikan terima kasih kepada Ustadz. Bachtiar Nasir, para pembicara dan para audiens yang telah berpartisipasi dalam acara ini.
Menurutnya, tema ini sederhana tapi sangat dalam. Hal ini bisa dilihat dari dua sisi: Pertama, definisi peradaban. Kedua, bagaimana cara menuju peradaban Islam.
Selanjutnya dosen Bahasa Arab di STIQ ini menandaskan, “Seminar Peradaban ini dihelat tidak lain ialah untuk kemaslahat umat Islam dan semoga peradaban-peradaban yang sebelumnya pernah gemilang bisa dibangun kembali mulai dari sini,” pungkasnya.
Giliran sambutan selanjutnya adalah UBN, demikian Pimpinan AQL Islamic Center Kiai Bachtiar Nasir akarab disapa mengatakan, peradaban bisa dimulai dari ilmu baru kemudian keamanan, kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.
“Bangsa ini akan kuat peradabannya kalau kesehatan dan pendidikannya bagus setelah ilmu dan aman tercapai,” tuturnya.
Pada momen seminar ini beliau berharap, “Jangan sampai ilmu akademik yang kita peroleh hari ini sekadar wacana yang tidak terimplementasi untuk bangkitnya peradaban di Indonesia.”
Di akhir pembahasan, ada harapan besar dari UBN bagi Indonesia, “Kita bawa peradaban Indonesia untuk dunia insyaallah,” ujarnya.*/kiriman MBS (Jakarta)