Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

PIMPIN Gelar Bedah Buku “Kausalitas, Hukum Alam atau Tuhan”

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 April 2018 13:48 1:48 pm
Ahmad
Dipublikasikan 13 April 2018 13:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Bertempat di Hotel D’Best Sofia Dago, Bandung, hari Sabtu (07/04/2018), Institut Pemikiran Islam dan Pembinaan Insan (PIMPIN) Bandung menggelarkajian bulanan dan bedah buku  “Kausalitas, Hukum Alam atau Tuhan” bersama  Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil.

Dalam sambutannya, Dr.Wendi Zarman, Direktur PIMPIN, menjelaskan profil buku tersebut merupakan hasil disertasi Hamid Fahmy Zarkasyi saat mengambil program Strata 3 (S3) di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) Malaysia.

Disertasi yang berjudul asli Al Ghazali’s Concept of Causality, with Reference to His Interpretations of Reality and Knowledge  itu diterbitkan pertama 2010 oleh IIUM Press, kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Universitas Darusaalam (UNIDA) Gontor.

Dalam pengantarnya, Usep M. Ishaq, PhD yang bertindak sebagai moderator, mengatakan  kehadiran karya ini sangat penting untuk menepis kekeliruan banyak orang terhadap Imam al-Ghazali.

“Banyak orang menuduh Al-Ghazali menyebabkan kemunduran sains di dunia Islam. Padahal beberapa abad setelah al-Ghazali wafat, sains di dunia Islam kenyataannya masih terus berkembang.” ungkap alumni Centre for Advanced Studies on Islam, Science and Civilization (CASIS) UniversitiTeknologi Malaysia (UTM) ini.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Baca: Gus Hamid: Teori Kausalitas Ghazali dalam Sains 

Acara kajian ini dibagi menjadi dua sesi, pertama, pemaparan penulis tentang alasan penelitian, pemilihan judul dan isi buku Kausalitas, Hukum Alam atau Tuhan, kedua, tanyajawab langsung peserta kajian.

“Saatini di dunia Barat ada empat kelompok yang menyikapi hubungan antara agama dengan sains,” demikian disampaikan Dr. Hamid, penulis buku sekaligus Direktur INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations) di depan peserta kajian.

Kelompok Pertama, adalah kontras. Golongan yang menolak sama sekali, agama dan sains tidak bisa dihubungkan karena objeknya berbeda.

Kedua, kontak. Kelompok yang berpandangan ada aspek-aspek agama dan sains yang bersentuhan. Ketiga, adalah integrasi. Sebagian orang yang berpendapat apabila agama membicarakan masalah-masalah alam, hukum alam, dan, keempat, kelompok korespodensi.

Setelah mengemukakan sikap Barat terhadap agama dan sains,  Hamid menjelaskan problem buku ini yaitu pendekatan worldview. Kini worldview sendiri telah menjadi trend dalam kajian banyak hal seperti peradaban, agama, kultur. Disamping itu, muncul juga tantangan tersendiri yang mengancam struktur cara berpikir (muslim) terhadap realitas, yaitu postmodernisme, yang keduanya jelas sangat berbeda.

“Worldview adalah satu cara pandang yang sangat struktural, kalau Anda melihat sesuatu Anda harus melihat struktur pemikirannya seperti apa, postmodernisme itu anti struktur,” ujarnya.

Baca: Peran “Para Murid” Al Ghazali dalam Jihad Shalahuddin

Tidak hanya itu, bahaya dari postmodernisme mendorong orang untuk mempertanyakan kebenaran dan bukan mencari kebenaran. Karena bagi mereka problemnya adalah makna, bahkan makna yang telah ada itu harus terus di dekonstruksikan. Lebih lugas lagi Dr. Hamid mengutip pernyataan Prof. Alparslan, “Postmodernism is very interesting, but it bring you nowhere“.

Menurut Dr. Hamid, al-Ghazali adalah seorang ulama yang jelas beriman kepada Allah (mu’min), dan percaya hakikat ‘ilm. Baginya ‘ilm tidaklah bisa diterjemahkan dengan sains dan pengetahuan. Al-Ghazali dengan kausalitasnya memiliki carapandang yang komprehensif dalam melihat alam semesta. Artinya, al-Ghazali menjadikan keimanan sebagai basis fundamental dalam melihat ayat (tanda) kebesaran-Nya dan bukan me-tuhan kan ayat sebagaimana penganut kejawen.

Penulis buki “Misykat” ini juga menekankan, ketidakmungkinan orang tanpa dilandasi iman kepada Allah mustahil melahirkan ilmu yang baik.

“Orang yang tidak percaya kepada Tuhan, dia akan menghasilkan ilmu pengetahuan yang tidak ada kaitannya dengan Tuhan. Orang yang tidak percaya kepada Tuhan, perilakunya tidak berdasarkan kepada perilaku yang dianjurkan oleh Tuhan”, tuturnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:causalitasHamid Fahmy ZarkasyiHukum AlamImam Al GhazaliInstitut Pemikiran Islam dan Pembinaan InsanKausalitasPIMPIN
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 6089 Warga Sipil Ghouta Timur Ditempatkan di Daerah Aman
Tulisan selanjutnya PKS Ungkap 4 Penyakit Akut Demokrasi Selama ini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?