Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Gus Hamid: Teori Kausalitas Ghazali Mengembalikan Peran Tuhan dalam Sains

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Februari 2018 13:28 1:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Februari 2018 13:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ada yang istimewa dalam Kajian Malam Rabu  (30/01/2018) di Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS). Salah satu karya dari Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi berjudul “Kausalitas: Hukum Alam atau Tuhan Membaca Pemikiran Religio-Saintifik al-Ghazali” dibedah oleh Dr. Adian Husaini dan Dr. Budi Handriato.

Dalam pembukaannya, Gus Hamid bercerita mengenai sejarah buku ini. Pertama, buku ini adalah disertasinya  saat menempuh S3 ISTAC Malaysia yang dikonsultasikan langsung dengan Prof. Dr Naquib Al-Attas.

Hamid memaparkan  enam kesimpulan penting buku ini. Pertama, ilmu pengetahuan kesesuaian pikiran dengan realita. Kedua, indera sebagai satu-satunya supplier materi pada otak manusia, tapi otak bisa mendeduksinya di dunia nyata yang tidak dilakukan indera. Ketiga, otak manusia adalah instrumen yang didesain untuk memahami dunia nyata tapi akal bukan sebab utama ilmu pengetahuan, Tuhan adalah sebab utama ilmu pengetahuan. Keempat, penolakan Ghazali terhadap kausalitas di alam nyata bukan penolakan terhadap ilmu pengetahuan seperti yang dituduhkan Ibnu Rusyd. Kelima, Ibnu Rusyd salah paham terhadap Ghazali. Sebab Ghazali mengubah kausalitas menjadi sunnatullah. Keenam, teori kausalitas Ghazali dan ilmu pengetahuan sejalan dengan argumen teologis dan epistemologisnya. Wahyu dan susunan alam ini dapat dijelaskan. Tidak melulu empiristis.

Baca: Belajar Filsafat untuk Mengokohkan Akidah

Dalam kajian ini, Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusar ini mampu menjelaskan tuduhan miring terhadap Imam Ghazali yang dianggap menyebabkan mundurnya sains umat Islam.

Menurutnya, justru Ghazali mampu mengembalikan peran Tuhan dalam sains yang sebelumnya tersekularkan sebagaimana dipisahkannya peran Tuhan oleh ilmuan Barat saat ini.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Setelah pemaparan singkat, pembasan dilanjutkan oleh Dr. Budi Handriato.

“Buku ini ibarat steak. Makanan enak lezat tapi tidak bisa dimakan cepat-cepat.”

Menurut catatannya –menukil tulisan Cemil- Al-Ghazali adalah intelektual Islam luar biasa karena karyanya setara dengan apa yang dicapai orang Barat selama lima abad.  Ghazali belajar filsafat secara otodidak selama dua tahun di sela-sela kesibukannya mengajar. Kemudian diendapkan selama satu tahun hingga paham betul.

Menurut pakar pendidikan ini, yang menarik dari buku Hamid adalah  pembahasan kausalitas dalam sudut pandang worldview. Meski ini istilah ini baru, tapi sudah diaplikasikan oleh Al-Attas, Alph Arslan dan lain-lain.

Baca: Islamic Worldview dan Peradaban Islam

Dalam realita, teori kausalitas ini menjadi satu bahan yang dituduhkan kepada Imam Ghazali bahwa yang membuat umat Islam mundur karena Ghazali menolak teori kausalitas. Orientalisme seperti Goldzhier menuduh Ghazali konservatif religius yang membuat mundur ilmu pengetahuan.

Namun, sejarawan Muslim seperti George Saliba menangkisnya: jika Imam Ghazali penyebab saintis mundur bagaimana menjelaskan lahirnya banyak saintis muncul bahkan kualitas lebih baik dari sebelumnya?

Pada kesempatan hangat ini ia juga  meluruskan bahwa Imam Ghazali tidak memusuhi sains. Mengutip Camil Erdogan, bagaimana mungkin Ghazali sendirian mampu menolak sains. Kemudian setelahnya banyak juga lahir sains. Faktanya, Ghazali juga menyumbang perkembangan sains. Yang ditolak Imam Ghazali adalah para filsuf bukan kausalitasnya.

“Sebab-akibat pada realitas fisik adalah bagian metafisik. Bahasa lain, hukum sebab-akibat adalah bagian dari kekuasaan Allah. Sebab-akibat itu diciptakan Allah, tapi Allah tetap berperan. Salah satu ilmuan Barat yang terpengaruh dengan teori kausalitas Ghazali di antaranya David Hume. Dari framework Ustadz Hamid ini mengakhiri perdebatan antara Ghazali dan Ibnu Rusyd. Kita tidak mengatakan Ibnu Rusyd salah, tapi salah paham,” ujar Budi.

Baca: “Apakah Boleh Membaca Buku Al Ghazali?”

Dalam penutupnya ia menyatakan, “Kalau kita menerapkan teori islamisasi pengetahuan maka pakailah worldview Ghazali.”

Sementara itu, Adian Husaini menanggapi buku ini dengan mengatakan,  jika pendapat kausalitas dibiarkan sebagaimana para filsuf,  pada gilirannya akan menafikan peran Tuhan dalam kausalitas.

Dengan kata lain, dimensi ilahianya dibuang. Nah, karya Gus Hamid, kata penulis buku Wajah Peradaban Barat ini, mampu mengembalikan peran Tuhan dalam kausalitas. Karena itu, kata Adian, dari segi konteks peradaban, peran Ghazali juga sangat signifikan.

“Orang Islam ini bukan karena pengaruh Ghazali dan Ibnu Rusyd. Karena memang kedua-duanya tidak dipelajari, tutup Adian Husaini.*/MB Setiawan  (Jakarta)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-GhazalifilsafatfilsufGus HamidHamid Fahmy ZarkasyiHukum Alamibnu rusydImam GhazaliKausalitas al Ghazalisainstuhanwahyuworldview
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aktivis Dakwah itu Aktivis HAM
Tulisan selanjutnya Oposisi Suriah Tembak Jatuh Pesawat Rusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?