Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Henri Shalahuddin: Orang Sesat Zaman Dulu Itu Ibadahnya Kuat!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2018 10:29 10:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Oktober 2018 10:28
Bagikan
Henri Shalahuddin
Bagikan

Hidayatullah.com– Mu’tazilah menganggap al-Quran adalah makhluk, meski mereka membacanya dengan cara yang sama dengan umat Muslim lainnya.  Cara berpikir yang bertentangan dengan ajaran Islam seperti itulah,  yang membuat Mu’tazilah dianggap sesat dan pelaku bid’ah oleh para ulama.

“Orang Mu’tazilah, meskipun perbuatannya baik dan ibadahnya tidak ada yang menyimpang, tetap disebut ahlul bid’ah karena cara berpikirnya salah,” papar Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) Dr. Henri Shalahuddin pada kuliah yang diberikannya untuk Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta Angkatan ke-9.

Dalam kesempatan kali ini, ia  mengajak peserta kuliah yang hadir pada malam itu untuk membahas seputar worldview atau pandangan hidup Islam dan fenomena pemikiran sesat.

“Islam juga mengatur cara berpikir, bukan hanya mengatur perbuatan saja,” ujar Henri lagi dalam kuliah yang rutin dilakukan setiap Rabu malam  di Gedung  INSISTS di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan ini.

Henri melanjutkan penjelasannya dengan menuturkan bahwa cara berpikir yang berbasis ajaran Islam itulah yang disebut sebagai Islamic worldview.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Menurut dia, pola pikir yang bermasalah menunjukan framework berpikir yang rusak, meskipun didukung dengan ibadah yang baik.

“Wasil bin Atha’, tokoh Mu’tazilah itu, bahkan shalat Subuh dengan menggunakan wudhu dari shalat Isya. Orang sesat zaman dulu itu ibadahnya kuat!” tegas Henri.

Dia menegaskan bahwa Islamic worldview sangat penting dipakai oleh setiap umat Muslim agar tidak tersesat. Tidak hanya itu, lanjut Henri, dalam Islam, keimanan harus ditanamkan dengan ilmu, ilmu harus berdimensi iman, dan amal mesti berdasarkan ilmu.

“Orang beriman itu harus berilmu, orang yang berilmu harus menambah imannya, dan orang yang beriman harus dikuatkan oleh ilmunya,” tandasnya.

Henri kemudian mengajak peserta untuk menilik sejarah. Sejak tradisi intelektual Islam berkembang, bermunculanlah beragam aliran sesat seperti Syi’ah dan Mu’tazilah. Berkat jasa ulama Kalam-lah aliran sesat seperti itu bisa dibantah dan dihabisi pengaruhnya.

“Aliran-aliran sesat seperti ini tidak bisa musnah jika hanya dilawan dengan berdoa setelah shalat, tapi juga harus dibantah agar mereka benar-benar habis,” ungkap Henry.*/Priyanka Kusuma Wardhani

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Quranbid'ahINSISTSmakhlukMu’tazilahpandangan hidup Islampemikiran sesatsesatulamaworldview
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslimat Dewan Dakwah Aceh Gelar Pendampingan Syariah Bagi Muallaf
Tulisan selanjutnya Umar, Bayi yang Lahir di Pengungsian Gempa-Tsunami Palu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?