Hidayatullah.com– Di hadapan ratusan tamu undangan khusus, Jonni selaku konsultan bisnis memberikan beberapa wejangan dan tips kepada hadirin khususnya pengusaha muda dan pemula.
“Ada beberapa hal yang harus dimiliki dan dipegang erat. Yang pertama, selalulah berbisnis karena Allah Subhanahu Wata’ala. Jadikan usaha atau bisnis Anda sebagai wahana mencari ridha Allah ta’ala,” ujarnya.
Hal itu dikatakan dalam sambutanya pada acara Grand Opening usaha Abon Ikan Tuna Aluwung Niki, Sumonggo Joyo, di Jl Sidosermo II, No 42, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (23/07/2016).
Kata Jonni, tanamkan dalam diri bahwa usaha yang dijalankan murni karena ingin membantu meringankan orang lain. Jadikan Allah Subhanahu Wata’ala senang atas usaha dalam membantu sesama itu.
“Dengan demikian bantuan uluran tangan-Nya akan mudah engkau dapatkan,” tambahnya.
Pengurus Yayasan Nurul Hayat ini kemudian melanjutkan. “Yang kedua, lihat produk Anda, apakah masih laku dan dibutuhkan masyarakat atau sudah kadaluarsa.
Selain melihat pangsa pasar, buatlah produk Anda berbeda dengan lainnya yang sudah duluan tersebar di khalayak,” pesannya.
Dosen Ciputra dan UPN ini kemudian memberi salah satu contoh dengan menceritakan salah satu hasil kreasi mahasiswanya.
“Saya mempunyai mahasiswa yang bertekad membuat kue terang bulan. Dalam pembuatan kue tersebut sangat unik. Selain bentuknya yang berbagai varian dan lucu, rasanya pun beraneka ragam. Berbeda dengan terang bulan lainnya yang selalu rasa coklat, kacang, dan sebagainya.
Sekarang ini, mahasiswa saya tersebut sudah membuka usahanya dengan mempekerjakan beberapa karyawan di Darmo dan mendapatkan omzet Rp 100 juta setiap minggunya. Ini karena berani tampil beda dan sangat paham kondisi konsumen,” paparnya.
Mencontoh Rasulullah
Yang ketiga, jelas Jonni, adalah kepercayaan. Jadikan kepercayaan itu modal berharga. Kepercayaan akan memudahkan usaha seseorang berjalan dengan mulus.
“Sifat amanah yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam benar-benar kita praktikkan, sehingga para konsumen tidak merasa rugi dan dibohongi,” ujarnya.
Yakinlah, kata dia, jika kepercayaan itu telah bersemayam dalam dirinya, maka para konsumen akan menjadi “brosur-brosur” yang berjalan.
“Jauh meninggalkan brosur yang Anda cetak dan sebarkan itu,” paparnya meyakinkan.
Pria berkaca mata ini kemudian bertanya kepada hadirin, “Ada yang tahu berapa donatur Nurul Hayat sekarang?”.
Hadirin ada yang menjawab 1.000, 5.000 hingga 10.000 orang. Ternyata salah semua. “Donatur tetap Nurul Hayat sekarang jumlahnya 81.000 orang,” ungkapnya.
Jonni menjelaskan, donatur tetap maksudnya adalah orang yang dengan otomatis mengirim donasinya tanpa harus bersusah payah didatangi dan diketuk pintu rumahnya. Mereka tidak lagi diingatkan dengan cara ditelepon, dikirimkan pesan, dan sebagainya.
“Bayangkan, 81.000 orang dengan sukarela atau senang hati mengirimkan cuma-cuma uangnya untuk dikelola,” ujarnya.
Masih kata Jonni, hal keempat yang perlu dimiliki para pengusaha adalah jaringan.
“Bangun relasi dengan baik, bentuk interaksi dengan baik. Dan jadikan usaha Anda kehadirannya sangat ditunggu oleh para konsumen,” pungkasnya.* Kiriman Syamsul Alam di Surabaya