Hidayatullah.com– Tiga hari usai gempa-tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, seorang bayi laki-laki lahir di pengungsian Malino, Taipa Ginggiri, Palu Utara, dalam kondisi sehat. Bayi tersebut diberi nama Umar.
“Biar dia kuat seperti Umar bin Khattab,” ujar Nurjannah, sang ibu pada Ahad (07/10/2018).
Saat hidayatullah.com menyampiri sang bayi kemarin, umurnya baru tujuh hari. Bayi tersebut terlihat sehat dan lucu. Walau begitu kondisi lingkungan sangat tidak mendukung. Tenda yang terbuka, jika siang kepanasan dan berdebu, saat malam kedinginan.
Baca: Sepekan Pasca Gempa, Korban Luka Bakar Baru Tertangani
Ibu dan anak harus mendapatkan penganan yang layak agar kondisi mereka tetap dalam keadaan sehat.
Saat gempa-tsunami terjadi, Jumat (28/09/2018), rumah Nurjannah yang tak begitu jauh dari pantai aman tak sampai kena air, hanya beberapa sisinya hancur akibat guncangan gempa.
“Saat itu saya dalam keadaan hamil tua. Waktu kejadian berlangasung saya sedang persiapan shalat maghrib,” ceritanya.
Pelan-pelan ia menyelamatkan dirinya dan calon bayinya.
“Alhamdulillah kami selamat, dan anak saya lahir dalam kondisi sehat tepat sembilan bulan (usia kandungan),” pungkasnya bersyukur.*/Sirajuddin Muslim
Berita gempa dan tsunami Palu bekerjasama dengan Dompet Dakwah Media