Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ekonomi Syariah

Hakeem Olajuwon: Pemain Basket yang Wakaf Masjid

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Mei 2022 23:37 11:37 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Mei 2022 23:33
Bagikan
Hakeem Olajuwon, Walikota Sylvester Turner dan Direktur Eksekutif Ameer Abuhalimeh memotong pita saat pembukaan Perpustakaan Pengetahuan Islam di Islamic Dakwah Centre di pusat kota Houston (www.chron.com)
Bagikan

Selama karirnya Hakeem Olajuwon menghasilkan total sekitar $110 juta (setara Rp. 1,5 Triliun), dan digunakan membuat skema investasi real estat dengan menghindari riba. Hal ini membuat kekayaannya membawa keberkahan

oleh: Asih Subagyo

Hidayatullah.com | MEMANG belum ada pernyataan resmi bahwa Islamic Dawah Center di kota Houston itu adalah wakaf dari Legenda Bola Basket Amerika bernama Hakeem Olajuwon. Akan tetapi jika melihat statemenya sebagaimana dikutip dari laman resmi Islamic Dawah Center, mengarah ke sana.

 “Dengan senang hati saya menyambut Anda di tengara bersejarah ini di kota besar Houston. Pada tahun 1994, saya membeli gedung ini dengan visi mengubahnya menjadi sesuatu yang melengkapi keindahan dan keanggunannya. Hal pertama yang saya bayangkan adalah tempat yang damai di mana ibadah, pembelajaran, dan refleksi berkembang. Saya membayangkan sebuah ruang unik di mana arsitektur besar dan spiritualitas halus merangkul membawa jiwa setiap pengunjung dalam perjalanan yang indah ke dunia keseimbangan dan ketenangan. Pada tahun 2002, mimpi itu menjadi kenyataan, dan Pusat Dakwah Islam membuka pintunya untuk melayani komunitas kami. Saya berharap dapat melihat Anda di sini, dan saya berharap Anda mendapatkan kunjungan yang mencerahkan – baik untuk doa, pendidikan, atau hanya untuk sedikit inspirasi”. Terlihat jelas bahwa niat awal Olajuwon itu memang untuk memberikan fasilitas Islamic Center di kota Houston dimana dia berkarir dalam bermain bola basket professional,” demikian kutipan resminya.

Menurut houston.culturemap.com, gedung  ini dibangun oleh  Gubernur Texas Ross Sterling sebagai  Houston National Bank pada tahun 1928. Ini mereupakan salah satu Federal Reserve Bank.

Baca Juga

Komitmen MUI Kembangkan Ekonomi Syariah
Komitmen MUI Kembangkan Ekonomi Syariah
Baitul Wakaf Jalin Kemitraan Strategis dengan Fundex di ISEF 2023
Gara-gara Paylater, Makin Banyak Gen Z Terlilit Utang yang Membengkak
Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel
Indonesia Ajak Anggota OKI Majukan Industri Halal

Bangunan ini merupakan salah satu dari empat bank yang dibangun di sudut jalan Main dan Franklin di pusat kota Houston; hanya tiga dari bangunan ini yang berdiri saat ini. Sterling sendiri adalah pendiri dan presiden dari Humble Oil and Refining Company, yang akhirnya menjadi Exxon Mobile.

Dari tahun 1933 sampai 1946, dia menjadi presiden Sterling Oil and Refining Company dan ketua dari Houston National Bank.

Sebagaimana penjelasan di atas, bangunan neoklasik yang megah di pusat kota ini dibeli oleh Hakeem Olajuwon pada tahun 1994. Olajuwon mempertahankan warisan arsitektur dan desainnya, termasuk interior kubah daun emas yang spektakuler dari struktur dan eksterior bertiang batu kapur dan marmer yang mengesankan.

Oleh Olajuwon bangunan ini di ubah menjadi masjid dan Islamic Dawah Center yang saat ini menampilkan eksplorasi sejarah dan budaya Islam, mempromosikan pemahaman dalam keragaman dan mendorong dialog konstruktif dengan orang-orang dari agama lain.

Masjidnya dinamakan Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang bercita-cita untuk memberi umat Islam layanan dasar, memungkinkan mereka mempraktikkan Islam dalam kehidupan. Masjid dibuka setiap hari, menyediakan berbagai layanan bagi Muslim yang bekerja di pusat kota Houston dan sekitarnya.

Masjid juga menerima pengunjung non-Muslim yang ingin belajar tentang agama Islam. Ruang bawah tanah bekas bank sekarang menjadi perpustakaan dan menampung buku serta teks-teks Islam yang beragam.

Aula marmernya bergema dengan bacaan Al-Qur’an dan tidak sedikit jama’ah yang melakukan setoran bacaan dan hafalan. Semua orang diterima di sini, apakah minatnya murni tentang pelestarian arsitektur dan desain masa lalu, atau ingin belajar lebih banyak tentang Islam, atau datang ke sini untuk bergabung dengan orang lain dalam ibadah (sholat berjama’ah dan pengajian).

Setelah bertahun-tahun tempat ini mengalami renovasi besar-besaran, sejak dibeli Olajuwon tahun 1994., Tahun 2002, gedung ini akhirnya dibuka untuk umum dengan nama Islamic Dawah Center (Pusat Dakwah Islam).

Sholat pertama dilaksanakan pada hari Jumat terakhir bulan Ramadhan, 29 November 2002. Hal ini merupakan titik balik yang luar biasa dalam sejarah Islam di Houston.

Pusat Dakwah Islam yang menampung jama’ah masjid pertama di pusat kota Houston. Gedung ini juga merupakan pusat dakwah pertama yang didedikasikan untuk dakwah Islam di Houston.

Mengenal Hakeem Olajuwon

Menurut wikipedia, Hakeem Abdul Olajuwon — lahir dengan nama Akeem Abdul Olajuwon — (lahir 21 Januari 1963) adalah seorang mantan pemain bola basket dari tim Houston Rockets pada kompetisi NBA. Dengan tinggi 2.13 m, Hakeem termasuk dalam lima pemain tengah legendaris NBA, bersama dengan Bill Russell, Wilt Chamberlain, Kareem Abdul-Jabbar, dan Shaquille O’Neal.

Hakeem berasal dari Nigeria. Ia ke Amerika hanya dibekali sebuah mimpi dan sebuah cita-cita yang luar biasa untuk mempelajari Game of Basketball. Diberkahi dengan tangan yang kuat, keseimbangan dan footwork sempurna yang diperolehnya dari permainan sepak bola dan handball semasa kecil.

Permainan terbaik “Hakeem the Dream” selama kariernya saat memperkuat Houston Rockets, Texas, Kota yang menjadi rumah baginya. Ia  bersama rekan setim Clyde Drexler (Basketball Hall of Famer) saat di University of Houston yang mana mereka (the Phi Slama Jama) merajalela dan mendominasi College Basketball di Amerika.

Olajuwon membawa University of Houston 3 kali berturut-turut tampil pada Final Four dari tahun 1982-1984 dan dianugerahi the Most Outstanding Player Pada tahun 1983. Ia memimpin Houston Rockets menjuarai NBA secara beruntun pada tahun 1994 dan 1995.

Olajuwon pemegang NBA Record pada blocked shots (3,830), dan ia satu-satunya pemain yang mencetak rekor lebih dari 3.000 blocked shots dan 2.000 steals dalam kariernya. Dan lagi peraih NBA Most Valuable Player tahun 1994 mencatat rekor 26,946 poin dan 13,748 rebound selama karier profesionalnya.

Pada tahun 2008, ia dilantik sebagai anggota The Basketball Hall of Fame, dan pada tahun 2016 sebagai anggota the FIBA Hall of Fame. Hakeem Olajuwon the Dream dianggap sebagai salah satu the greatest center dalam sejarah bola basket.

Orangtuanya merupakan pengusaha semen. Semasa tinggal di Lagos, ia tidak pernah mendapatkan pendidikan agama dari kedua orangtuanya.

Keluarganya tinggal di lingkungan yang sebagian besar warganya adalah Muslim. Selepas menamatkan pendidikan sekolah menegah atas (SMA), ia memutuskan hijrah ke Amerika Serikat (AS) guna melanjutkan pendidikan di Universitas Houston.

Saat berkuliah di Universitas Houston, ia bergabung dalam tim bola basket kampus tersebut, dan berhasil membawa perguruan tinggi itu menjuarai pertandingan antar kampus di Amerika Serikat sebanyak dua kali. Seperti halnya saat tinggal di Lagos, ketika tinggal di Houston pun Olajuwon selalu berdekatan dengan masjid.

Bahkan, ketika datang pertama kali ke negeri Paman sam ini, suara adzan dari masjid pula yang membuatnya jatuh cinta. Sejak saat itu, ia pun selalu menyempatkan datang ke berbagai seminar dan pengajian di sela waktu sibuknya sebagai pemain NBA itu. Semua itu ia lakukan untuk mempelajari Islam secara lebih mendalam.

Setelah pensiun dari pemain basket, Olajuwon menggeluti dunia real estate. Hingga saat ini kekayaan bersih Hakeem Olajuwon sekitar $300 juta (Rp. 4,3 triliun) dan ini bukan hanya dari bola basket, tetapi dari bisnisnya juga.

Gaji Hakeem Olajuwon adalah yang tertinggi di musim 2000-2001 ketika ia menghasilkan $16,7 juta dari Houston Rockets menurut catatan Forbes. Itu sama dengan menghasilkan sekitar $27 juta dalam dolar hari ini.

Selama karirnya, Hakeem Olajuwon, dia menghasilkan total sekitar $110 juta (setara Rp. 1,5 Triliun), dan dari sinilah yang dia gunakan untuk membuat skema investasi real estat yang kemudian memberinya keuntungan besar. Dan Olajuwon dalam jual beli real estate nya sangat berhati-hati dan menghindari riba.

Sehingga semua transaksinya di bayar secara tunai (cash). Sebuah bentuk kesungguhan Olajuwon dalam menjalankan syariat Islam, sehingga kekayaannya membawa keberkahan hidupnya. Wallahu a’lam.*

Pembina Baitul Wakaf, www.baitulwakaf.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:basketHakeem Olajuwonribawakaf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rasialisme Pejabat Kampus, Islamofobia Kian Mengancam
Tulisan selanjutnya Rombongan Turis Muslim Turki Diculik di Haiti

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump

Berita
8 Juli 2026 05:00
Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

Terbaru

  • Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral
  • Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil
  • ‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania
  • PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU
  • Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
  • Vatikan Pecat Kelompok Katolik Tradisional SSPX karena Menentang Paus
  • Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional
  • Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump
  • Pelatih Timnas Mesir Suarakan Solidaritas untuk Palestina di Piala Dunia 2026
  • Tak Ingin Disaingi, ‘Israel’ Minta AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Ekonomi Syariah

KTT Halal Dunia dan Pameran Halal OKI ke-9, Erdogan: Pasar Halal Makin Disukai Semua Kalangan

25 November 2022 09:40
Ekonomi Syariah

Ibnu Sina dan Konsep Negara Adil Makmur

12 November 2022 22:10
Ekonomi SyariahNasional

Inilah 8 Standard Kehalalan Kosmetik Berdasarkan Fatwa MUI yang Perlu Diketahui

4 November 2022 23:20
Ekonomi SyariahNasional

MUI: Keuangan Syariah Instrumen Perkuat Pembiayaan UMKM

25 Oktober 2022 17:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?