Hidayatullah.com–Sampai hari ini, Rabu (25/06), sudah 10 jamaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi. Enam jamaah wafat di Madinah, tiga di Makkah, dan satu di Jeddah.
Dari data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) dikutip laman Kemenag diperoleh keterangan bahwa dari 10 jamaah haji yang meninggal, empat di antaranya berasal dari embarkasi Solo (SOC), yaitu: Nasir Bin Sagrib (SOC/3), Amin Bin Dolah Nduri (SOC/06), Abdurrahman Bin Marhad (SOC/2), dan Kimin Bin Ahmad Sujak (SOC/15). Dua yang pertama wafat di Madinha, sedang dua yang terakhir wafat di Makkah.
Sementara itu, jamaah lainnya yang juga wafat di Madinah adalah Amaq Sapoan Bin Aq. Sapar (LOP/5), Asmawati Binti H. Asmawi (JKG/4), Rotena Binti Malik (PLM/1), dan Icih Bachriyah Binti Bachrudin (JKG/19).
Adapun jamaah lainnya yang wafat di Makkah adalah Gozali Tusi Bin H. Abd Rahman (JKG/8).
“Satu jamaah yang wafat di Jeddah bernama M. Arifin Bin Hape, jamaah haji Indonesia kloter 15 embarkasi Makassar,” terang Kepala Seksi Pelayanan Siskohat, MU. Asep SA.
Sementara itu, Kepala BPHI Madinah dr Suharto SpPD kepada wartawan menjelaskan bahwa mereka yang meninggal umumnya sudah memiliki penyakit bawaan yang berisiko tinggi, yakni jantung koroner dan Sepsis (infeksi penyakit yang sangat berat), sehingga mempengaruhi organ tubuh secara keseluruhan.
“Seluruh jemaah sudah dimakamkan dan pihak keluarga juga sudah diberitahu secara resmi,” kata Suharto.
Amirul Hajj 2013
Sementara itu, Menteri Agama Dr H. Suryadharma Ali dipastikan akan memimpin jamaah Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1434 Hijriyah/2013 sebagai Amirul Hajj.
Menag akan didampingi KH Ma’ruf Amin sebagai Naib Amirul Hajj dan HM Suparta sebagai Sekretaris Amirul Hajj.
Sedangkan anggota Amirul Hajj yaitu; KH Masdar Farid Mas’udi, H Syafiq Mughni, Ali Ghufron Mukti, Yusnar Yusuf Rangkuti, Ary Ginanjar, Moh Izzi Mukhsin, Musyfiq Amrullah.
“Rombongan Amirul Hajj dari berbagai fungsionaris dari NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, pondok pesantren dan tokoh masyarakat,” kata Menag di Jakarta, Rabu (25/09/2013) malam pada rapat kordinasi persiapan tugas penyelenggaraan haji 2013.
Menteri Agama mengatakan, haji mengalami kenaikan kualitas dari sisi penyelenggaraan. Misalnya, jika tahun 2009 posisi pemondokan ke Masjidil Haram jarak terjauh bisa mencapai 12 km, tahun 2010 jarak terjauh 4 km, tahun 2011 dan tahun berikutnya jarak terjauh 2,5 km.
“Kita ingin mendekatkan lagi tidak bisa karena biaya sewa selalu naik, apalagi tahun 2011 sudah ada rencana pembokaran gedung-gedung sekitar Masjidil Haram. Dan dampak dari pembongkaran gedung yang semula jamaah berada di belakang sekarang di depan. Harga pemondokan melambung naik,” kata Menag.*