Hidayatullah.com- Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) Slamet Effendy Yusuf menyerukan agar masyarakat Indonesia berpegang pada informasi yang dikeluarkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia serta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dalam merespon berita tentang korban jamaah Indonesia pada tragedi Mina 2015.
“Saat ini, KPHI terus melakukan pengawasan dan pemantauan langsung terhadap proses pelaksanaan ibadah haji di tanah suci, khususnya untuk kepentingan terbaik bagi jamaah haji Indonesia,” kata Slamet dalam rilisnya yang diterima hidayatullah.com, Jum’at (25/09/2015) pagi.
Slamet menuturkan dewasa ini banyak beredar informasi di situs berita maupun medsos yang simpang siur sehingga menimbulkan kepanikan dan rasa was-was di tengah masyarakat, khususnya yang punya keluarga sedang menunaikan haji.
“Karena itu, saya meminta supaya masyarakat berpegang pada informasi resmi PPIH Indonesia dan Kemenlu,” demikian tegasnya.
Sebab, menurut Slamet hanya instansi di Makkah yang mempunyai aparat dan akses untuk mengetahui kondisi jamaah haji Indonesia secara akurat di sana.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr. H. Saleh Partaonan Daulay M.Ag, M.Hum menyatakan bahwa pemerintah Saudi sampai saat ini belum mengeluarkan rilis resmi terkait dengan berapa jumlah korban baik meninggal dan luka-luka, serta dari mana asalanya.
Karena itu, Saleh menyampaikan, Tim Pengawas Haji DPR RI mendesak pemerintah Saudi untuk segera merelease jumlah korban tragedi Mina. [baca: Anggota DPR Desak Saudi Segera Rilis Jumlah Korban agar Keluarga Tenang].
Diberitakan juga bahwa tragedi Mina terjadi akibat jamaah haji yang berdesak-desakan ini diperkirakan menelan korban sebanyak 700 lebih. [baca: Korban Meninggal Tragedi Mina Mencapai 717 Orang]