Hidayatullah.com—Iran hari Selasa mengatakan telah mendapat undangan resmi dari Pemerintah Arab Saudi untuk melakukan pembahasan mengenai haji.
Tahun lalu Iran memboikot penyelenggaraan haji, setelah terjadi insiden mematikan di Mina pada tahun 2015.
Ali Ghaziaskar, pejabat tinggi Iran urusan haji menyatakan, undangan itu sudah didapat pihaknya pada akhir pekan lalu.
“Iran secara resmi telah menerima undangan Arab Saudi untuk bertemu dan mengadakan pembicaraan bilateral mengenai masalah haji,” kata Ghaziaskar dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir media Syiah, Al Manar, Selasa (10/01/2017).
Dia menambahkan bahwa pembicaraan akan fokus pada akomodasi, transportasi, keamanan, perawatan medis, visa dan perbankan, dan bahwa Iran akan menanggapi undangan selama beberapa hari ke depan.
Pekan lalu, pejabat senior Iran membantah laporan bahwa Arab Saudi telah mengundang Iran untuk membahas dimulainya kembali partisipasi Iran dalam haji.
“Bertentangan dengan laporan yang diterbitkan oleh beberapa media tentang perpanjangan undangan oleh Arab Saudi untuk partisipasi Iran dalam ibadah haji tahun ini, kami belum menerima undangan,” ujar kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran, Hamid Mohammadi.
Menlu Saudi: Kami Akan Berikan Seluruh Kemudahan Bagi Jama’ah Haji Iran
Tahun lalu, Iran tidak mengirimkan warganya untuk haji pasca musibah bulan September 2015 yang menelan ribuan korban, termasuk lebih dari 465 warga Iran.
Awal bulan yang sama, crane pembangunan Masjidil Haram jatuh dan menewaskan lebih dari 100 jamaah, termasuk 11 warga Iran, dan melukai lebih dari 200 orang lain, di antaranya 32 warga negara Iran.
Iran menuduh Arab Saudi gagal untuk menjamin keselamatan para jamaah bahkan Khamenei memprovokasi dunia Muslim mengurus ibadah haji. Namun usulan ini tidak mendapat tanggapan negara-negara Muslim, bahkan Saudi menuduh Iran mempolitisasi bencana Mina.*