Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Info Haji & Umrah

Kami Datang dan Belajar

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2018 12:05 12:05 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 30 Agustus 2018 11:56
Bagikan
Haji 2018
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekitar 5300 tamu dari 95 negara dan ditambah 500 orang dari Guinea Bissau, Afrika Barat diundang secara khusus oleh Raja Salman untuk berhaji tahun ini. Termasuk 40 tokoh Islam berbagai ormas di Indonesia.

Inilah catatan ringkas saya yang ikut dalam rombongan perjalanan haji “Program Tamu Pelayan Dua Tanah Suci Raja Salman bin Abdul Aziz”.

***

Merupakan kesyukuran yang luar biasa, diikutkan sebagai salah satu undangan haji dalam “Program Tamu Pelayan Dua Tanah Suci Raja Salman bin Abdul Aziz”.

Alhamdulillah semua kegiatan ibadah berjalan lancar dan ditanggung oleh pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia (KSA), mulai pengurusan visa, tiket, akomodasi, konsumsi, hadyu tamattu’, kain ihram, hingga kantung kerikil jamarat.

Baca Juga

Saudi Ingatkan Penyedia Layanan Haji Patuhi Aturan, Siapkan Sanksi Tegas
Mulai Minggu Depan, Arab Saudi Ubah Masa Berlaku Visa Jadi 1 Bulan
Pemerintah Rekrut Petugas Haji pada November, Dilatih di Barak 1 Bulan
BSI Catat Kenaikan Rekening Tabungan Haji 13,51 Persen Per Juli 2025
Haji 1446 H Kereta Al-Mashaaer Al-Mugaddassah dan 10.500 Titik Wi-Fi Siap Melayani Jamaah

Banyak pelajaran berharga yang didapat dari program ini. Selain bisa melaksanakan ibadah haji, kesyukuran yang tak kalah besarnya adalah dipertemukan dengan para pegiat dakwah, ormas Islam dan akademisi Muslim dari seluruh penjuru dunia dengan pelbagai lintas disiplin ilmu.

Jumlah undangan haji dalam program Tamu Raja Salman tahun ini (1439H) mencapai 5300 orang dari 95 negara. Teknis pelaksanaannya di bawah kementerian Urusan Agama, Dakwah dan Penyuluhan (Wuzarat al-Syu’un al-Islamiyyah wa al-Da’wah wa al-Irsyad). Di antara 5.300 tamu undangan ini terdapat 1.000 orang dari keluarga syuhada’ tentara dan polisi Mesir, 1.500 orang dari keluarga syuhada Yaman dan tentara Sudan, serta 1.000 orang dari kerabat syuhada Palestina. Selain itu, terdapat 1.300 tamu dari 90 negara dan ditambah 500 orang dari Guinea Bissau, Afrika Barat sebagaimana diberitakan oleh harian Youm7 Sina Mesir.

Adapun dari Indonesia, tamu yang diundang sebanyak 40 orang dan mewakili tokoh-tokoh agama, pemikir, akademisi, ormas keagamaan, media dan pemenang lomba hafalan Qur’an dan Hadits. Dari ormas keagamaan antara lain adalah NU, Muhammadiyah, Wahdah Islamiyyah, dll.

Undangan haji dalam “Program Tamu Pelayan Dua Tanah Suci Raja Salman bin Abdul Aziz” merupakan forum yang berkesinambungan yang menggambarkan kesungguhan Kerajaan Saudi Arabia (KSA) dalam memperhatikan tokoh-tokoh Islam yang berpengaruh dari berbagai negara. Di samping itu, juga dimaksudkan untuk membina kesatuan para pemuka umat dari lintas bangsa.

Saya pribadi mendapatkan manfaat luar biasa dari bertemunya para tokoh dan aktivis dakwah sedunia dalam program yang diinisiasi oleh pemerintah KSA ini. Misalnya di jam makan siang, saya gunakan untuk menambah pengalaman dan berdiskusi dengan sesama tamu undangan dari berbagai negara.

Bersama Ustad Eduart Demiraj (40) mufti Albania

Salah satunya adalah berdiskusi dengan Ustad Eduart Demiraj, seorang mufti dari Albania tentang kondisi dan perkembangan umat Islam di sana. Mufti yang usianya masih relatif sangat muda ini bercerita tentang tantangan dakwah Islam di negaranya.

Hampir selama 30-an tahun, Islam dan atribut keislaman dilarang oleh rezim Komunis. Baru sekitar tahun 1991 an, beriringan dengan tumbangnya rezim Komunis, dakwah Islam mulai bergeliat.

“Umat Islam di Albania menikmati kebebasan beragama sebagai konsekuensi dari paham liberalisme”, tutur mufti yang belum mencapai usia 40 tahun ini.

Namun masalahnya bukan berhenti di sini. Ternyata tidak mudah bagi kaum Muslimin yang taat untuk menduduki jabatan di pemerintahan. Rata-rata pejabat Muslim yang taat beragama masih menyembunyikan keislamannya dan belum berani bawa-bawa Islam ke ruang publik. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya pemuda Muslim yang berperilaku jauh dari nilai-nilai Islam dan bahkan cenderung alergi dengan Islam.

Menanggapi hal ini, saya cuma katakan padanya untuk bersabar dan selalu ingat bahwa dalam mendakwahkan kebenaran (tawasau bil haq) harus diiringi dengan kesabaran (tawasau bis sabr). “Masyarakat Anda masih banyak yang kurang mengerti Islam, ini harus dimaklumi karena Islam di Albania tergolong masih “baru buka”, setelah 30-an tahun ditutup oleh rezim Komunis. Jadi pelan-pelan dulu, karena generasi yang tumbuh saat ini adalah generasi yang dibesarkan dalam rezim Komunis”, kata saya sedikit memberi masukan kepadanya.

Kemudian saya ceritakan bagaimana dakwah Islam dan penyebarannya di Indonesia hingga menjadi agama mayoritas. Semuanya dilakukan tanpa peperangan dan kekerasan. Bahkan unsur-unsur keislaman mengakar kuat dalam budaya dan bahasa Indonesia.

Meskipun para tamu undangan adalah tokoh di negeri masing-masing, namun mereka adalah orang-orang yang rendah hati

Inilah kecerdasan ulama dan metode dakwahnya yang cemerlang. Kerajaan Hindu dan Budha yang dulunya sangat kuat dan megah di Indonesia, akhirnya runtuh dengan senjata dakwah.

“Melakukan kerja-kerja dakwah berarti kita sedang melakukan kerja-kerja peradaban”. Menanggapi masukan ini, Ustadz Eduart menimpali:  “Saya sangat bersyukur atas diskusi yang mencerahkan di meja makan ini.” Lalu kami pun berpisah untuk siap-siap ke Masjidil Haram.

Selain itu, pengalaman yang tidak kalah pentingnya adalah terjalinnya keakraban dan kebersamaan di internal rombongan Indonesia.

Meskipun kebanyakan rombongan adalah pribadi-pribadi yang ditokohkan dalam kepakaran dan komunitas masing-masing, tapi mereka sangat sederhana dan rendah hati.

Interaksi yang intensif selama dua minggu di tanah suci, sangat berperan dalam merekatkan tali ukhuwah para tokoh dan pegiat dakwah, khususnya di internal umat Islam di Indonesia yang rentan dengan perselisihan dan benturan. Terima kasih Raja Salman dan semua pihak yang sudah bekerja keras atas terselanggaranya program ini, juzitum kulla khair.*/Dr Henri Shalahuddin, MIRKH, Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Albaniaarab saudidakwahhajiHaji 2018komunisKSAMasjidil HaramRaja SalmanSaudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Perlu Kawal Terus Temuan PBB soal Genosida Rohingya
Tulisan selanjutnya Pengalaman Unik Saat Pengurusan Sertifikat Halal LPPOM MUI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaInfo Haji & Umrah

Awas Panas! Wukuf Arafah Jamaah Haji Diimbau Tetap di Kemah

4 Juni 2025 14:18
BeritaInfo Haji & Umrah

Arab Saudi Sambut Kedatangan 500 Kerabat Tahanan dan Syuhada Palestina untuk Berhaji

3 Juni 2025 13:59
Info Haji & Umrah

Tingkatkan Akurasi Prakiraan Cuaca Selama Haji, Saudi Kerahkan 18 Stasiun Pemantauan

2 Juni 2025 13:49
Info Haji & Umrah

Arab Saudi Usir 205.000 Peziarah Tanpa Izin Haji dari Makkah

2 Juni 2025 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?