Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Info Haji & Umrah

Jelang Puncak Haji, Menag Formulasikan Rumus 5-5-3 bagi Petugas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Agustus 2019 10:19 10:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Agustus 2019 10:19
Bagikan
Amirul Hajj yang juga Menag RI Lukman Hakim Saifuddin pada malam konsolidasi PPIH di Makkah, Selasa (06/08/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Jelang puncak haji di Tanah Suci, Amirul Hajj yang juga Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, menitipkan pesan kepada para petugas haji dengan memformulasikannya lewat Rumus 5-5-3.

“Saya ingin mengajak setiap petugas apakah yang bertugas di kloter maupun non kloter, dan petugas sektor yang ada di daker, yang tidak menyertai jamaah secara terus menerus, agar dapat memahami dengan baik formulasi 5-5-3 ini,” ujar Menag.

Hal itu ia sampaikan saat para Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari tiga daerah kerja di Arab Saudi berkumpul di Kota Makkah Al Mukaramah. PPIH Daerah Kerja (Daker) Makkah, Madinah, dan Bandara berkumpul pada kegiatan Malam Konsolidasi di AlZekra AlKhaleda, Ar Rusayfah, Makkah, Selasa (06/08/2019) semalam Waktu Arab Saudi.

Menag menjelaskan, fase tahapan penyelenggaraan ibadah haji terdiri dari 3 (tiga) fase, yakni fase pra wukuf, wukuf, dan pasca wukuf.

Jelasnya, fase pra wukuf merupakan serangkaian aktivitas sebelum jamaah berada di Arafah. Fase wukuf adalah aktivitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Sedangkan fase pasca wukuf yaitu setelah jamaah usai melakukan serangkaian ibadah di Armuzna.

Baca Juga

Saudi Ingatkan Penyedia Layanan Haji Patuhi Aturan, Siapkan Sanksi Tegas
Mulai Minggu Depan, Arab Saudi Ubah Masa Berlaku Visa Jadi 1 Bulan
Pemerintah Rekrut Petugas Haji pada November, Dilatih di Barak 1 Bulan
BSI Catat Kenaikan Rekening Tabungan Haji 13,51 Persen Per Juli 2025
Haji 1446 H Kereta Al-Mashaaer Al-Mugaddassah dan 10.500 Titik Wi-Fi Siap Melayani Jamaah

Baca: Semua Jamaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Tanah Suci

Fase Pra Wukuf

Amirul Hajj memaparkan, ada 5 kegiatan yang harus diperhatikan para petugas haji pada fase pra wukuf. Pertama, petugas harus mencermati dampak kebijakan penghentian distribusi katering menjelang wukuf di Armuzna.

Sebab, menurutnya, kalau tidak dikawal dan dipantau dengan baik, maka akan menimbulkan persoalan.

Sebagaimana diketahui, antara tanggal 5, 6, 7 dan 14,15 Dzulhijjah 1440H distribusi katering kepada jamaah akan dihentikan.

“Maka saya minta petugas sektor yang berada di hotel untuk mencermati dampak dari kebijakan ini. Harus dilaporkan kemudian dicarikan solusinya,” imbaunya.

Kedua, petugas haji harus mencermati dampak penghentian Bus Shalawat. Sebab, sejak tanggal 06 – 14 Dzulhijjah Bus Shalawat akan dihentikan. Itu artinya, kata Menag, akses jamaah untuk mencapai Masjidil Haram akan mengalami kesulitan.

Ketiga, Menag berpesan kepada para petugas agar senantiasa memantau kondisi kesehatan para jamaah.

Sebelum menuju Arafah pada tanggal 8 Dzulhijjah nanti, saat ada jamaah yang mengalami gangguan kesehatan yang serius bisa segera dirujuk ke KKHI, sehingga nantinya dapat dikelompokkan ke dalam golongan yang harus disafariwukufkan atau tidak.

“Sekarang (semalam, Red) kita punya dua hari ke depan karena hari Jumat kita sudah mulai bergerak ke Arafah,” sebutnya.

Keempat, petugas haji harus melakukan sosialisasi secara masif kepada para jamaah terkait apa yang akan dilakukan selama berada di Armuzna.

Adapun poin kelima sebagai dalam formulasi 5 pra wukuf, Menag mengimbau petugas agar mengintensifkan bimbingan manasik haji selama di Armuzna.

Baca: Ribuan Jamaah Shalatkan Jenazah Mbah Moen di Masjidil Haram

Fase Wukuf

Pada fase ini, ada 5 kegiatan yang perlu dilakukan petugas ketika berada di Armuzna. Pertama, setiap petugas agar melakukan pengamatan di hotelnya masing-masing.

Menag mengatakan, saat sudah memasuki fase wukuf, pada tanggal 8 Dzulhijjah malam tidak boleh ada satu pun jamaah Indonesia yang masih ada di Makkah.

“Semua harus sudah diberangkatkan ke Arafah. Lakukan penyisiran setiap kloter, setiap sektor tidak boleh ada jamaah yang tertinggal di hotel,” imbaunya.

Kedua, petugas harus memastikan bahwa pada tanggal 9 Dzulhijjah semua jamaah sudah ada di Arafah.

Ketiga, petugas harus mencermati betul pergerakan jamaah dari Arafah menuju Muzdalifah, terlebih, kata Menag, bus yang akan mengangkut jamaah jumlahnya sangat terbatas. Hal ini merupakan kebijakan pemerintah Saudi mengingat rute Arafah dan Muzdalifah yang sangat pendek, sehingga tak memungkinkan untuk menurunkan bus dalam jumlah yang banyak.

Keempat, petugas diminta untuk mencermati pergerakan jamaah Indonesia dari Mudzalifah ke Mina, dimana bus yang ada lebih sedikit dari rute Arafah menuju Muzdalifah.

Kelima, kegiatan pergerakan jamaah dari Mina kembali ke hotel usai wukuf.

Baca: 59 Jamaah Calon Haji Tertipu, Diiming-imingi Cepat Berangkat

Pasca Wukuf

Ada 3 kegiatan petugas pada saat pasca wukuf yang diformulasikan Menag. Pertama, setelah masa wukuf berakhir, setiap petugas harus kembali ke daerah kerjanya masing-masing.

“Yang posnya di Madinah kembali ke Madinah, demikian juga Jeddah (Bandara) kembali ke Bandara untuk mempersiapkan pemulangan jamaah haji ke tanah air,” urainya.

Kedua, petugas harus memastikan kepulangan kloter-kloter pertama ke tanah air. Khusus bagi petugas yang ada di Bandara Jeddah, katanya, harus senantiasa berkoordinasi dengan Daerah Kerja Makkah agar kloter awal dapat kembali ke tanah air dengan lancar.

Ketiga, tambah Menag, petugas memastikan pergerakan jamaah khususnya gelombang 2 dari Makkah ke Madinah.

“Formula 5-5-3 adalah cara kita untuk memudahkan pokok-pokok aktivitas jamaah apa saja yang perlu mendapatkan perhatian serius, agar kualitas pelayanan kita kepada jamaah kita agar senantiasa lebih baik,” pungkasnya.* (MCH)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hajihaji 1440H/2019Mjamaah haji IndonesiaLukman Hakim SaifuddinMenagPPIHPuncak Haji
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Semua Jamaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Tanah Suci
Tulisan selanjutnya Pengamat Nilai Lebih Baik Berdayakan Putra Bangsa daripada Impor Rektor

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaInfo Haji & Umrah

Awas Panas! Wukuf Arafah Jamaah Haji Diimbau Tetap di Kemah

4 Juni 2025 14:18
BeritaInfo Haji & Umrah

Arab Saudi Sambut Kedatangan 500 Kerabat Tahanan dan Syuhada Palestina untuk Berhaji

3 Juni 2025 13:59
Info Haji & Umrah

Tingkatkan Akurasi Prakiraan Cuaca Selama Haji, Saudi Kerahkan 18 Stasiun Pemantauan

2 Juni 2025 13:49
Info Haji & Umrah

Arab Saudi Usir 205.000 Peziarah Tanpa Izin Haji dari Makkah

2 Juni 2025 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?