Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

RI dan Malaysia Tolak Pernyataan Australia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Desember 2002 19:24 7:24 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Desember 2002 19:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Indonesia akhirnya secara tegas menentang pemikiran Perdana Menteri Australia John Howard yang menyatakan akan siap menyerang negara-negara yang diduga menjadi melindungi teroris internasional. Sikap penolakan pemerintah RI tersebut disampaikan oleh Menlu Hassan Wirajuda kepada pers di Istana Negara, Senin sebelum menghadiri rapat khusus Bidang Polkam yang dipimpin Megawati kemarin. “Gagasan itu tidak bisa diterima karena bertentangan dengan Piagam PBB,” kata Wirayuda. Menlu Hassan Wirajuda mengatakan negara-negara gerakan Non-Blok yang mencapai 116 negara pasti akan menentang wacana yang dilontarkan Perdana Menteri Australia tersebut. “Piagam PBB menetapkan penghormatan kedaulatan satu negara serta penghormatan terhadap prinsip kebersamaan diantara semua negara,” kata Menlu Hassan Wirajuda. John Howard, baru-baru ini mengatakan negaranya tidak akan ragu-ragu menyerang negara lain yang menjadi sumber teroris. “Apabila Anda yakin seseorang akan melancarkan serangan ke negara Anda, secara konvensional maupun bergaya teroris, dan Anda punya kapasitas untuk menghentikan serta tak ada alternatif lain selain menggunakan kapasitas itu, tentu saja Anda akan menggunakannya,” ujar Howard kepada Channel Nine, Minggu (1/12) kemarin. Senada dengan Indonesia, pemerintah Malaysia juga melakukan penolakan yang sama terhadap gagasan Perdana Menteri Australia John Howard yang mengatakan negaranya akan melancarkan serangan terhadap kantong-kantong teroris di kawasan Asia. Menteri Pertahanan Malaysia Najib Razak mengatakan, negaranya tidak akan mengizinkan intervensi asing untuk memerangi terorisme di wilayahnya. “Kami tidak akan memberikan persetujuan kepada negara manapun untuk melancarkan aktivitas antiterorisme di Malaysia. Kami anggap hal itu sudah jelas. Jadi, apapun pernyataan Australia, tidak ada efeknya sama sekali, ujar Najib Razak. Malaysia, kata Najib tidak menyetujui permintaan John Howard kepada PBB untuk mengizinkan sejumlah negara melakukan serangan terhadap teroris di negara lainnya. “Kami tidak akan menyetujui ide itu sebab hal tersebut berarti merebut kedaulatan negara lain, tutur Najib Razak sengit. Australia memiliki militer paling kuat di kawasannya dengan kesatuan AU modern serta memiliki beberapa pasukan khusus. Australia telah sejak lama ingin berusaha menjadi tangan kanan Amerika di Asia Tenggara. Terbukti ketika Canberra, pada 1999, negara paling ambisius untuk mengurusi Timor Timur hingga keluar dari wilayah RI. (sn/ant/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yahudi Los Angeles Takut “Jihad Elektronik”
Tulisan selanjutnya Dinilai Menghina Islam, Ulil Dikecam Ulama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?