Mungkin, inilah masanya dimana hegemoni Amerika Serikat (AS) yang selama ini dibanggakan akan terus dilawan seluruh dunia. Menang atau kalah, negara agresor AS dan Inggris akan terus ditekan dunia. Agresi terhadap Iraq adalah awal dari pemicu dan lambang perlawanan atas hegemoni AS di seluruh dunia. Pernyataan ini disampaikan oleh Dr Fateh Ar-Rawi, Minggu (30/3) Senin (31/3). Fateh adalah seorang pakar politik asal Arab yang cukup dikenal. Kalah atau menang, Irak akan tetap menjadi hulu ledak dan lambang perlawanan untuk mengakhiri hegemoni AS, bukan saja di Arab akan tetapi di seluruh dunia. AS akan terus ditentang dan ditekan, kata Ar Rawi. Ibarat peluru kendali, Irak telah menjadi hulu ledak pertama yang telah ditembakkan ke arah berakhirnya hegemoni AS yang akan dilanjutkan dengan perlawanan berikutnya di Arab dan seluruh dunia, katanya. Isyarat ke arah itu telah tampak begitu perang Irak meletus. Kelompok sekuler Rusia-yang selama ini pro-Barat-telah mengubah strategi untuk mengakhiri hegemoni adidaya tunggal, pakar politik Arab itu. Ar-Rawi memperkirakan negara lain di Arab dan belahan lain dunia akan bangkit menentang arogansi dan kesewenangan adidaya tunggal setelah perang berakhir. Saya kira dugaan dunia akan semakin tunduk setelah agresi dilancarkan kurang tepat…. Sebaliknya seluruh dunia akan lebih berani menentang hegemoni AS apalagi kalau Irak akhirnya menang baik secara militer maupun politik, tegasnya lagi. Agresi sepihak AS dan sekutunya tersebut selain ditentang oleh Dewan Keamanan (DK) PBB juga oleh sebagian besar negara di dunia. Menurut Ar-Rawi, hanya sebagian kecil saja yang mendukung berbagai kebijakan AS dan sekutunya. (AFP/Sp/cha)