Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Setelah Bagdad dan Basra, Karbala Ikut Dihancurkan Pasukan AS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 April 2003 08:02 8:02 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 April 2003 08:02
Bagikan
Bagikan

Hingga berita ini diturunkan, pasukan koalisi agresor dan pasukan garda republik (GR) masih terlibat pertempuran sengit di selatan Kota Karbala, sebuah kota dekat Baghdad. Sebelum memulai serangan darat di Baghdad, pasukan koalisi telah mengepung kota suci kelompok Syiah, Karbala. Di kota ini, tentara AS dan Inggris hanya menghadapi sedikit perlawanan sehingga mudah menyeberangi Sungai Efrat menuju Baghdad. Seperti diketahui, Sungai Efrat adalah penghalang alam terakhir yang membatasi Karbala dengan ibu kota Iraq. Di Karbala, pasukan Infanteri Ke-3 AS melancarkan serangan mulai sekitar pukul 02.00 waktu setempat (06.00 WIB), dengan didukung jet-jet tempur, helikopter penyerang Apache, dan sejumlah artileri yang menjadikan langit malam di kota itu penuh nyala api. Sementara itu, usai pertempuran yang berlangsung sporadis, tampak 15.000 tentara AS dengan 6.000 tank, kendaraan lapis baja, dan truk berkonvoi menuju Sungai Efrat. Karbala adalah tempat terjadinya perang sekitar 1.400 tahun lalu, saat cucu Nabi Muhammad, Hussein, tewas dalam pertempuran dengan pasukan muslim lainnya. Kota Karbala, 80 km dari Bagdad, adalah tempat penting bagi peziarah kaum muslim Syi’ah. Kota-kota suci Najaf dan Karbala, terletak di pedalaman jantung Irak Utara yang mayoritas penduduknya pengikut Syi’ah. Mereka sudah sejak lama menentang pemerintahan Partai Baath sekuler di Bagdad.Kedua kota suci ini memiliki makam-makam sakral dan agung dari Islam Syi’ah dan sekaligus juga merupakan pusat intelektual teologi Islam. Saat Partai Baath pimpinan Saddam Hussein berkuasa, Karbala termasuk menjadi tempat yang dikuasai Saddam. Karbala sering disebut-sebut sebagai tempat makam syuhada Syi’ah Imam Hussein, cucu dari Nabi Muhammad SAW. Imam Hussein meninggal 1.323 tahun yang lalu. Kekalifahan Imam Hussein tidak diakui meskipun kelompok muslim Syiah percaya bahwa Hussein berhak menjadi kalifah. Pada tahun 600, dia mengklaim punya hak untuk menjadi Kalifah meneruskan kekalifahan Muawiyah yang sudah meninggal.Namun, putra Muawiyah, Yazid, tidak mengakui klaim Hussein sehingga pecahlah pertikaian antara pengikut Hussein dan Yazid. Pasukan Hussein yang jumlahnya sedikit terkepung di Karbala, tepat di perbatasan dengan padang pasir. Dia tewas dalam pertempuran itu.Jenazahnya dimakamkan di kota itu. Makamnya, dengan hiasan kubah dan tiga menara, menjadi kompleks bangunan utama di kota itu dan juga sebagai tempat perziarahan bagi muslim Sy’iah. Di Karbala juga terdapat makam Abbas, saudara Hussein, yang ikut tewas dalam pertempuran itu. Termasuk ayahanda Hussein, Imam Ali Bin Abi Thalib. Dia dimakamkan di Najaf, 190 km sebelah selatan Bagdad dan 80 km dari Karbala. Ali menikah dengan putri Nabi Muhammad, Fatima. Ali sendiri ketika itu sangat berharap untuk menjadi pemimpin bagi umat Islam kelak. Setelah Ali wafat, Syi’ah memisahkan diri dari aliran Sunni. Kota suci Najaf pernah menjadi pusat kekuasaan Islam Syi’ah, dan seringkali disebut sebagai dunia di dalam kota. Semasa pemerintahan Ottoman, kota dan sekolah-sekolah agama di situ dapat beraktivitas secara bebas.Karbala dan Najaf sebetulnya termasuk kota miskin. Secara tradisional, pendapatan kota itu berasal dari ribuan peziarah yang datang berkunjung, terutama dari Iran dan India. Ribuan peziarah muslim hampir setiap hari memadati jalan-jalan sempit kota itu. Pada 1991, setelah Perang Teluk, Syi’ah di Karbala, Najaf dan kota-kota lain bangkit memberontak menentang pemerintahan Saddam Hussein. Namun, pemberontakan itu tidak didukung oleh AS dan sekutu-sekutunya. Pasukan Pengawal Republik akhirnya berhasil menumpas pemberontakan itu. Puluhan ribu muslim Syi’ah di seluruh penjuru Irak selatan tewas dibunuh, disiksa atau dipenjara. Mereka yang berhasil lolos memilih melarikan diri ke Iran. Jumlah pengikut Syi’ah berkisar 60 persen dari populasi penduduk negeri itu. Sejak itu, Pemerintah Iraq dikabarkan membatasi perziarahan ke Karbala yang biasanya dilakukan dua kali dalam setahun. Bagi kebanyakan orang Syi’ah, kehadiran marinir-marinir Amerika di antara menara-menara di kota-kota suci itu adalah sesuatu yang pantas diharamkan. Bila Karbala hancur, mungkin akan menjadi daftar baru kota-kota bersejarah Islam yang ikut dilenyapkan. Sebelumnya, kota legenda 1001 malam, Bagdad dan Basra, yang dikenal tempat lahirnya Imam besar dan ilmuwan Islam. Sungguh amat disayangkan, makam-makam suci di kota tersebut harus hancur oleh pasukan Amerika Serikat dan sekutunya. (BBC/SM/Cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Meski Kemungkinan Menang, AS Akan Terus Dilawan Dunia
Tulisan selanjutnya Inggris dan AS Mulai Terlibat Konflik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?