Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menolak bulat-bulat atas kemungkinan rencana pemulihan hubungan Washington dengan Teheran. Khamenei bahkan menganggap tindakan pemulihan hubungan itu sebagai bentuk kekalahan pada negara yang menganggap sebagai penguasa dunia itu.
“Sebagaian pihak menyarankan menyerah kalah kepada petualang Amerika, tetapi menyerah kalah kepada musuh bukanlah jalan penyelesaian,” kata Ali kepada ribuan pelajar di Universiti Shahid Beheshti, Teheran, seperti dikutip IRNA hari ini.
Hubungan Teheran dan Washington hampir pulih setelah lebih 20 tahun dibekukan akibat hubungan yang buruk diantara keduanya.
Iran kembali melakukan sikap perlawanannya manakala AS dan sekutunya telah menyudutkan negara ini selepas jatuhnya Iraq.
Iran adalah negara yang dianggap paling berbahaya bagi masa depan AS di Timur Tengah setelah Iraq. Dalam berbagai kesempatan, AS selalu menganggap Iran sebagai salah satu poros kejahatan. Dilain pihak, Iran menganggap AS sebagai ‘setan besar’ yang harus dimusuhi.
Sejak jatuhnya Iraq, Israel bahkan sudah tidak segan-segan mendesak AS untuk segara membeikan sanksi politik atas Iran dan Suriah. Bilasaja AS terpengaruh segala tekanan Yahudi ini, bukan tidak mungkin, Iran, Suria dan beberapa kawasan Timur Tengah akan bernasib seperti Afghanistan dan Iraq. (rtr/cha)